
(Murraya koenigii)
Daun ini digunakan hampir di seluruh Asia Tenggara. Dalam masakan Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, penggunaannya didapat dari pengaruh budaya India. Aroma pekatnya tercium saat masih segar ataupun ketika dimasak. Banyak digunakan dengan bumbu kuning. Di Kamboja, daun ini dipanggang hingga renyah, lalu dihaluskan sebagai taburan untuk masakan somlor maju krueng (semur babi asam pedas).


