"Castaing" Foie Gras Torchon yang cantik (The St. Regis Bali Resort) sebagai pembuka. Foto: Dok. Femina
Memang pantas judul Symphony of the Senses disematkan pada 5-course dinner yang menampilkan kolaborasi pertama antara The St. Regis Bali Resort dan The St. Regis Jakarta.
Kedua hotel ini silih berganti menghidangkan menu terbaik yang menonjolkan keahlian para chef yang meraciknya, dalam sajian memanjakan mata.
Pilihan wine yang juga dikurasi cermat jadi pasangan serasi tiap hidangan; semuanya tak ubah simfoni rasa pada palet kita selama lebih dari dua jam.
The St. Regis Bali Resort menghadirkan pilihan menu dari resto Kayuputi hasil kreasi Chef Agung Adriawan. Chef Agung mengeksplorasi filosofi kuliner berakar pada kearifan lokal; bahan jadi sorotan, bumbu rempah memperkaya cita rasa.
Jika hidangan dari The St. Regis Bali Resort adalah penghormatan terhadap alam, maka hidangan dari The St. Regis Jakarta adalah paduan kehidupan modern dan tradisi abadi.
Menu penuh inovasi dan progresif dari Bel Étage dan J.J.A yang diracik Chef Almatino Gabriel Ibrata dan Chef Ryan Febrianto adalah dialog antara rasa berani dan presisi tiap bahan. Begitu pula dessert cantik visual dan rasa karya Executive Pastry Chef Kevin Lee.
Hidangan pembuka adalah "Castaing" Doie Gras Torchon dengan saus balsamic berusia 100 tahun karya Chef Ryan (Jakarta) yang pas berpadu dengan rasa intens foie gras, dan enak jadi cocolan roti. Hidangan pertama ini ditemani white wine Dr. Zenzen Sonnenhofberger Riesling Spätlese, Mosel, Jerman (2021).
Hidangan kedua adalah Miso-Cured Chilean Seabass karya Chef Agung (Bali), yang terinspirasi rasa permen jadul yang asam-manis-segar-sedikit asin. Kelembutan ikan ditimpali kerenyahan remah rengginang elevated, nyam! Hidangan ini pas dipasangkan white whine Zilzie 'Victoria' Chardonnay, Yara Valley, Victoria, Australia (2021).
"Perseus" Superior Oscietra (The St. Regis Jakarta) dan Miso-Cured Chilean Seabass (The St. Regis Bali Resort) memainkan simfoni boga bahari. Foto: Dok. Femina
Belum habis Femina menikmati saus yang tersisa dari hidangan kedua, hidangan ketiga datang: "Perseus" Superior Oscietra racikan Chef Almatino (Jakarta), yang menampilkan tiga jenis caviar dan perkedel kepiting. Gurih dan lezat!
Hidangan selanjutnya adalah Kiwami Striploin MB8+, potongan steik lembut ditemani artichoke Jerusalem dan truffle-meat jus racikan Chef Agung. Red wine Château Barreyre, Bordeaux, Prancis (2018) menyeimbangkan cita rasa pada palet kita.
Kiwami Striploin MB8+ (The St. Regis Bali Resort) yang kaya tekstur dan pas dipasangkan red wine dari Prancis. Foto: Dok. Femina
Dan 5-course dinner yang melodius ini ditutup Gâteau Fraise Miel, dessert dengan stroberi Momoka yang ditanam di Bandung, dengan honey-frozen yogurt. White wine NV Giulio Cocchi Moscato D'Asti DOCG, Piedmont, Italia, dengan aroma floral adalah pairing harmonisnya.
Gâteau Fraise Miel yang manis-segar menonjolkan stroberi dan madu (The St. Regis Jakarta). Foto: Dok. Femina
Sehabis bersantap, Femina bersama tamu lain beranjak The St. Regis Bar Jakarta, untuk menikmati hiburan musik serta 'simfoni' selanjutnya, dari koktail racikan Head Bartender I Gusti Putu Agus Giri (The St. Regis Bali Resort) serta Mixologists Bigus dan Giri Asta (The St. Regis Jakarta).
Benar-benar simfoni yang memanjakan seluruh panca indra!
Baca juga:
The Colors of Japan, Perpaduan Purée Berkualitas dan Kreasi Pastry Chef Julien Perrinet
Terinspirasi French Riviera, Rangkaian Menu Baru J.J.A Menghadirkan Perjalanan Kuliner Elegan
Kolaborasi Chef Tom Aikens dan Chef Jeremy Jouan Perkenalkan ALICE sebagai French Bistro
Zornia Harisantoso


