Fiction
Cerpen: Panguian

10 Jun 2017


 
PAGI ITU tak terlupakan, pagi yang hadir di kelindan hari-hari kelam, hari-hari ketika kusadari aku tak hanya ditinggalkan Mamasa, tapi juga Apasa. Udara lembap, langit dipadati awan tebal. Angin musim barat telah kembali, siap membasuh jejak kemarau di padang-padang sabana. Saat itulah gelombang warga tiba-tiba muncul, minta izin bertemu Panguian.
Ini di luar kebiasaan. Kuhadang mereka.
Dugaanku benar, mereka membawa kabar buruk. Ladang mulai dicengkeram meriposo oro, ngengat yang masyhur dengan daya hancurnya. Meski terlihat sejak dua minggu lalu tak ada yang menduga siklus kekacauan yang mereka ciptakan akan datang lebih cepat. Musim hujan baru mengetuk pintu, tapi kawanan pupa berbulu telah siap berpesta, gerombolan ngengat dewasanya bahkan mulai kawin-mawin, dan itu semua gara-gara Panguian!
Ha, seorang istri sultan disalahkan? Hatiku bersorak. Tak pernah terjadi sebelumnya!
Sejak pohon cokelat pertama ditanam di pulau ini 4 abad silam, meriposo oro selalu datang bersama musim hujan, demikian penjelasan seorang peladang. Begitu ratusan telurnya yang berderet di tepi daun menetas, siapa pun harus siap jika kebun avokad, jambu mete, kenari, atau cokelatnya ranggas hingga nyaris labas. Yang tersisa kelak cuma reranting kering digelantungi kokon-kokon kuning kopong.
Namun, alam selalu adil. Mengerahkan sepasukan jamur dan serangga, para peladang berhasil melumpuhkan sang penghancur kemakmuran. Dan ilmu kuno itu terus diaplikasikan selama ratusan musim. Maka, sangat mengejutkan ketika dua minggu lalu empat ekor meriposo oro ditemukan di ladang dan Sultan tak berbuat apa pun hanya karena Panguian melarang mereka dimusnahkan!
Akhirnya kuizinkan para peladang menemui Panguian. Namun tak berguna, keputusan wanita itu tak berubah. Tak satu makhluk pun boleh menyentuh hama itu!
 


Topic

#fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?