Fiction
Cerpen: 3 Wanita, 3 Pemakaman

24 Nov 2017


“Nis, aku bisa…”

“Jangan bilang kamu bisa mengerti perasaanku. Kita tahu itu omong kosong besar,” potong Ganis. Suaranya meninggi, tapi ia tidak terlihat murka.

“Kalung itu seharusnya menjadi milikku. Aku tak sengaja melihatnya di tas kerja  Papi, sebelum ulang tahunku. Tapi, aku tidak pernah menerima hadiah itu. Dan baru kemarin aku tahu sebabnya. Kalung itu memang tidak pernah dibeli untukku.”
Ganis tertawa pahit. “Nama pelacur sialan itu berinisial G. Sama seperti namaku.”

Kalimatnya barusan melumerkan tulangku bagai api melumerkan besi. Aku tahu persis kalung yang ia maksud. Itu adalah benda yang dimasukkan Om Djito ke kantong bajuku pada 1 September 2001. Ia memberiku sebuah kalung emas putih dengan bandul huruf G ketika aku memutuskan untuk menyudahi hubungan kami. Seminggu sebelum ulang tahun Ganis.

Aku ingat, betapa marahnya aku saat itu. Kulempar kalung itu ke dalam lemari baju. Jika saja kalung itu tidak memiliki bandul huruf, aku akan berpikir bahwa benda itu memang disiapkan untukku. Namun, huruf itu berteriak dengan lantang. Kalung itu adalah alat tutup mulut.

Aku menangis berhari-hari setelahnya. Tak hanya patah hati, aku merasa terhina. Bodohnya, aku mengira hubungan kami begitu istimewa. Di pesta sweet seventeen Ganis yang begitu meriah aku membuat keputusan. Aku tidak akan menginjakkan kaki ke rumah Ganis lagi. Aku tak sanggup melihat wajah-wajah di rumah itu. Wajah yang kukhianati dan yang mengkhianatiku. Aku pun mencari jalan keluar yang paling mudah. Berpacaran. Kali ini dengan teman sekolahku. Dengan begitu, aku punya alasan untuk menghindar.
 


Topic

#fiksifemina, #cerpen

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?