Kendalikan apa yang bisa kamu lakukan in this economy maupun di situasi yang lagi nggak baik-baik saja ini. Foto ilustrasi: Pexels/Cottonbro Studio
Buka media sosial sebentar, ada berita konflik. Scroll lagi, ada kabar ekonomi yang bikin deg-degan. Belum selesai mencerna satu isu, sudah muncul topik baru yang bikin cemas.
Di tengah derasnya informasi, nggak heran kalau kamu merasa lelah mental meski hanya duduk di depan layar.
Padahal, menjadi peduli terhadap apa yang terjadi di dunia nggak harus berarti ikut tenggelam dalam kecemasan. Justru di situ pentingnya mindfulness: Kemampuan untuk tetap sadar, hadir, dan bijak dalam merespons keadaan.
Berikut beberapa pesan penting yang bisa membantu kamu lebih mindful menghadapi situasi dunia saat ini.
1/ Peduli nggak sama dengan panik
Peduli berarti memahami situasi, mencari informasi yang valid, lalu menentukan respons yang tepat. Panik adalah ketika informasi membuatmu merasa nggak berdaya, cemas berlebihan, atau terus-menerus memikirkan hal yang sebenarnya berada di luar kendali.
Saat membaca berita yang membuat stres, coba tanyakan kepada diri sendiri, “Apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan?” Jika jawabannya nggak ada, mungkin saatnya mengambil jeda dan menjaga kesehatan mentalmu terlebih dahulu.
2/ Kamu nggak wajib tahu semua hal setiap saat
Banyak orang merasa harus selalu update terhadap setiap berita yang sedang viral. Padahal, otak manusia nggak dirancang untuk menerima informasi tanpa henti selama 24 jam.
Nggak masalah, kok, jika kamu melewatkan beberapa berita atau baru mengetahui sebuah isu beberapa hari kemudian. Menjadi warga dunia yang baik bukan berarti harus selalu online.
3/ Fokus pada hal yang bisa kamu kendalikan
Kita nggak bisa mengendalikan kondisi ekonomi global, konflik antarnegara, atau algoritma media sosial. Namun, kita bisa mengendalikan bagaimana cara kita mengonsumsi informasi, mengatur waktu istirahat, dan memperlakukan orang-orang di sekitar kita.
Sering kali perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang konsisten. Membantu teman, menjaga lingkungan, atau menjadi lebih bijak dalam menyebarkan informasi juga merupakan bentuk kontribusi yang nyata.
4/ Media sosial bukan satu-satunya sumber informasi
Algoritma dirancang untuk menarik perhatian, bukan selalu memberikan gambaran yang utuh. Karena itu, informasi yang muncul di linimasa sering kali lebih dramatis dibandingkan realitas sebenarnya.
Sesekali, luangkan waktu untuk membaca berita dari sumber yang kredibel dan berimbang. Dengan begitu, kamu bisa memahami konteks suatu isu tanpa mudah terbawa emosi atau misinformasi.
5/ Hidup terus berjalan
Di tengah berbagai peristiwa besar yang terjadi di dunia, jangan lupa bahwa hidupmu juga penting. Tugas kuliah, pekerjaan, keluarga, kesehatan, dan mimpi-mimpi pribadi tetap layak mendapatkan perhatian.
Mindful bukan berarti mengabaikan dunia luar. Mindful berarti mampu hadir sepenuhnya dalam kehidupan sendiri sambil tetap memiliki empati terhadap apa yang terjadi di sekitar.
Menjaga diri tetap tenang, memilih informasi dengan bijak, dan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan adalah bentuk kekuatan yang sering kali diremehkan.
Terkadang, langkah paling mindful yang bisa dilakukan bukanlah terus menatap layar, melainkan berhenti sejenak, menarik napas, dan kembali hadir pada momen yang sedang kamu jalani hari ini alias bertindak dalam bentuk nyata. (f)
Baca juga:
3 Cara Menikmati Kemacetan Saat Rush Hour
Cukup JEDA 10 Detik Agar Mental Lebih Sehat dan Jejak Digital Lebih Aman
3 ASMR yang Bisa Temani Refleksi Diri Kamu
Brianna Relisha


