Astrid sebenarnya tak pelit-pelit amat, namun ia selalu tak suka bila mawarnya yang baru mekar, yang tampak segar dan indah, dipetik begitu saja. Memang tetangga itu meminta bunga, harusnya ia ijin mana bunga yang boleh dipetik dan mana yang tidak!
“Ia selalu memetik bunga yang kusukai!” keluh Astrid.
Apalagi saat memetik, tetangga itu kurang hati-hati sehingga kerap membuat daun-daun rontok terpaksa Astrid harus menyapu lagi. Batinnya yang sudah kecut bertambah kesal.
“Hanya bikin kotor saja!” gerutunya sambil mencak-mencak. Kehilangan bunga mawar dan ditambah harus menyapu lagi membuat amarahnya bergolak, perabot rumah ditendangnya hingga berantakan. Sebagian dilemparnya hingga ke jalanan sambil berteriak-teriak tak karuan. Pernah pula menimpa rumah tetangga. Ya rumah tetangga itu. Setelah melihat rumah itu rusak entah gentingnya atau kacanya pecah, baru ia cengengesan, rasanya puas.
Astrid juga tak suka tetangga sebelah kanan rumahnya. Pohon mangganya menjulang tinggi sehingga kerap daun-daun kering yang terembus angin jatuh di halamannya, jika demikian Astrid jadi uring-uringan.
“Semprul, angin edan, tetangga gendheng!” teriaknya keras.
Para tetangga bukannya tak tahu perilaku Astrid, karena demi kesantunan, mereka tak pernah menegur atau mengejek, kecuali anak-anak. Anak-anak tetangga tahu kebiasaannya, tahu sifatnya. Suatu kali mereka berniat menggodanya, melempari rumah itu dengan kerikil.
“Serbuuu!” teriak seorang anak yang berlagak jadi komandan. Kerikil-kerikil terbang di udara, meluncur deras, dan berjatuhan di halaman.
“Anak gendheng, asu!!!” teriak Astrid begitu tahu halamannya jadi kotor.
“Gadis miring, gadis sableng,” balas anak-anak sambil mundur teratur dengan jari telunjuk dimiringkan depan dahi, mengejek!
“Kalian yang sableng masih anak-anak sudah kurang ajar!”
“Wekwekwek...” Anak-anak tertawa sembari membalikkan badan, menggoyang-goyang pinggulnya, mengejek dengan jenaka.
Dengan cepat Astrid mengambil kerikil-kerikil yang bertebaran itu untuk membalas melempari mereka, namun terlambat, mereka telah berlarian menjauh.
Topic
#fiksifemina, #cerpen


