Tigor…
Kudapati SMS bertuliskan namanya di telepon genggamku. “Bolehkah aku datang ke rumahmu?” Dia pasti sudah mendengar kejadian yang kualami ini. Tapi dari mana dia bisa mendapat nomor teleponku?
Tak kubalas SMS-nya. Dia meneleponku, tak kuangkat. Aku tak ingin bertemu dengannya, aku tak ingin berbicara dengannya.
Hari Sabtu. Aku, Ibu dan adikku duduk santai di ruang tamu.
“Besok kita sudah bisa ke gereja, ya?” tanya Ibuku.
Aku tak menjawab. Mereka menunggu.
“Iya. Sudah sebulan kau tidak ke gereja,” akhirnya adikku yang menjawab.
“Aku tidak ikut. Aku masih sakit.”
Aku tidak berbohong. Demam di badanku memang sudah sembuh, tapi jauh di hatiku, aku terluka parah, sangat parah!
.****.
Topic
#fiksifemina