Sedih banget mengetahui fakta bahwa kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan di Indonesia pada tahun 2025 naik 14,07% dari tahun sebelumnya, berdasarkan Catatan Tahunan 2025 Komnas Perempuan.
Jumlah yang tercatat 376.529 kasus dan merupakan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Di dalamnya, ada 22.848 kasus kekerasan seksual.
Penyintas kekerasan seksual sering menyimpan luka dan terlalu sering dipaksa diam, dan sering menghadapi kenyataan pahit: Pelaku terlindungi, korban disalahkan, dan suara mereka tenggelam dalam stigma.
Di tengah realitas ini Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures menghadirkan film drama terbaru Saat Aku Bersuara, yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026.
“Ini isu yang penting, apalagi isu sosial seperti ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda,” kata Sonu Samtani, sutradara film ini, dalam konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, pada 14 Juni lalu.
Nadia membangun lagi hidupnya didukung tunangannya, Reza. Foto: IG @saataubersuaraFilm ini mengisahkan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda cerdas dengan karier cemerlang yang hidupnya tampak sempurna usai dilamar kekasihnya, Reza (Nino Fernandez).
Namun kegelisahan dirasakan Nadia ketika firma hukum tempatnya bekerja memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha kaya sebagai terduga pelaku pemerkosaan. Ketika tragedi itu juga menimpa Nadia saat menolong sahabat karibnya, Andien (Rini Yulianti), situasi pun memanas.
Bersama Andien, Riana (Hana Malasan), dan Adrian (Ibnu Jamil), seorang jaksa yang menyimpan luka pribadi akibat kegagalan sistem hukum, Nadia berupaya membangun kembali hidupnya.
Film ini menyelipkan bagaimana Nadia memperbaiki hubungan yang renggang dengan sang ayah (Teuku Rifnu Wikana), tipikal ayah yang keras tapi sebenarnya sangat menyayanginya. Nadia juga membuktikan kepada keluarganya bahwa keberanian untuk bersuara mampu menghadirkan harapan baru.
Perlawanan terhadap hukum yang timpang, masyarakat yang lebih memilih diam daripada berpihak kepada penyintas, serta ketakutan para penyintas untuk angkat bicara jadi inti film ini. Begitu pula memaknai pentingnya dukungan persahabatan, keluarga, dan keberanian menyuarakan kebenaran ketika harapan mulai memudar.
Akting Marshanda sebagai Nadia oke juga dalam menggambarkan perubahan sikap Nadia, serta konflik yang terjadi dalam keluarga yang ikut hancur ketika salah satu dari mereka terluka.
Film ini didukung oleh Lukman Sardi, Cut Mini, Lydia Kandou, Omar Daniel, serta Unique Priscilla. (f)
Baca juga:
Colony: Dikepung Zombi yang Bisa Berkomunikasi
5 Drakor Juni Terbaru: Adaptasi Seru dari Webtoon Korea dan Pementasan Spanyol
The Furious: Aksi Brutal Demi Selamatkan Orang Tercinta
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #reviews


