Level pertarungan tanpa senjata api dalam film ini sadis, sehingga rating-nya R. Foto: LionsgateFilm ini disutradarai oleh Kenji Tanigaki, yang terkenal sebagai koreografer laga dari film-film aksi terkenal di Jepang dan Hollywood–yang pasti sudah kamu tonton. Sebut saja seri film Rurouni Kenshin (5 film), salah satu adaptasi manga terbaik, antara lain Rurouni Kenshin: Origins (2012) dan Ruroni Kenshin: The Final (2021).
The Furious adalah film ketiga Kenji Tanigaki sebagai sutradara, setelah Legend of Seven Monks (2006) dan Enter the Fat Dragon (2020).
Bagi kita, The Furious seperti ‘reuni’ dari dua nama yang mendunia lewat film The Raid, yaitu Joe Taslim dan Yayan Ruhian–meski kali ini mereka tidak banyak berbagi adegan. Film ini juga menampilkan aksi para aktor dari Tiongkok, Jepang, Thailand dan Amerika Serikat.
Banyak media Barat menobatkannya sebagai salah satu film aksi terbaik tahun 2026. Foto: LionsgateThe Furious bercerita tentang Wang Wei (Xie Miao), seorang pria bisu yang harus berusaha sendiri setelah putrinya, Rainy (Yang Enyou), diculik oleh jaringan sindikat perdagangan anak. Upayanya mencari bantuan tidak membuahkan hasil karena polisi yang korup, sehingga Wei memilih turun langsung memburu para pelaku.
Dalam perjalanannya, Wei bertemu Navin (Joe Taslim), jurnalis yang juga menyelidiki sindikat tersebut, apalagi setelah istrinya, sesama jurnalis, Matia (Jeeya Yanin) menghilang setelah menolong korban perdagangan anak. Kepentingan yang sama membuat keduanya kemudian bekerja sama untuk melacak sindikat itu.
Perjuangan mereka tentunya tidak mudah, terlebih sindikat yang dijalankan Paklung (Joey Iwanaga) itu punya Tak (Yayan Ruhian), pengawal yang sadis dan kejam. Siap-siap menahan napas menyaksikan adegan-adegan laga brutal yang terlihat sangat realistis (dan trauma terhadap palu).
The Furious menampilkan berbagai jenis tarung lintas budaya, dari wushu, judo, pencak silat, muay Thai hingga taekwondo dan karate. Foto: LionsgateKemampuan para pemain berakting laga memang jadi keunggulan film ini. Xie Miao, aktor Tiongkok yang dikenal sebagai aktor cilik tandem Jet Li, memberikan performa emosional yang sangat kuat dalam memerankan karakter ayah tanpa suara. Dengan latar belakang wushu mumpuni, aksi Wei bakal bikin kamu terpukau.
Sementara Joe Taslim mempertunjukan dasar bela dirinya sebagai juara judo Indonesia, dan Yayan Ruhian mempertahankan karakteristik pencak silat yang eksplosif. Tak hanya wushu, judo dan pencak silat, film ini juga membawa adegan muay Thai, taekwondo hingga karate–semua di bawah arahan koreografer laga Kensuke Sonomura.
Film yang mendapat sambutan hangat di Toronto International Film Festival 2025 ini mulai tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Juni 2026. Kekerasan dan pertumpahan darah membuat film ini mendapat rating R (Restricted/Terbatas). (f)
Baca juga:
Colony: Dikepung Zombi yang Bisa Berkomunikasi
Normal: Tegangnya Sheriff Baru Diburu Satu Kota
Ada Misteri Mencekam dalam Salmokji: Whispering Water
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #reviews


