Fiction
Cerpen: 3 Wanita, 3 Pemakaman

24 Nov 2017



Gendhis menyeret sebuah kursi untuk duduk di sisi kananku, berseberangan dengan Ganis. Pembicaraan kami di sudut ruangan hanya berhenti sesekali ketika Ganis menyambut tamu yang datang. Aku terus merasa ada sesuatu yang janggal, tapi  tak tahu apa. Kuanggap itu karena jeda kosong di antara kami bertiga.

Jam tanganku menunjukkan pukul sebelas malam. Di rumah duka hanya tersisa beberapa anggota keluarga. Aku menerima tawaran Gendhis untuk mengantarkanku pulang ke hotel. Sementara Ganis memutuskan untuk tinggal lebih lama lagi.
Ketika berdiri, Gendhis mengibaskan rambutnya sambil membuka kancing bajunya yang paling atas.

“Panasnya bukan main,” keluhnya.

Ganis yang saat itu sedang berbicara mengenai di mana sebaiknya kami bertemu lagi sebelum aku pulang ke Jakarta, tiba-tiba berhenti bicara. Matanya menatap sesuatu tanpa berkedip. Sesuatu pada Gendhis. Sesaat, hanya untuk sesaat, semua warna meninggalkan wajahnya. Aku mencoba melihat apa yang telah mencuri perhatian Ganis. Namun, dari posisi dudukku, aku tidak melihat apa pun selain baju Gendhis yang basah oleh keringat.

“Nis, kita jadi ketemuan di mana?” tanyaku untuk kedua kalinya.

Ganis menoleh padaku. “Nanti kukabari lewat WA.”
 


Topic

#fiksifemina, #cerpen

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?