Karakter Gu-cheon (Nam Joo-hyuk) dan Saeng-gang (Roh Yoon-seo) mendefinisikan ulang cinta sejati. Foto: Netflix
Lebih dari seminggu sejak pertama kali tayang--dan langsung tamat--di Netflix, drama Korea The East Palace terus diperbincangkan pencinta K-drama di media sosial.
Bukan cuma cerita horor supranaturalnya yang membuktikan kalau manusia bisa lebih kejam daripada iblis.
Penonton berdebar, padahal Saeng-gang pegang tangan Gu-cheon untuk recharge energi Yang ke Gu-cheon. Foto: Netflix
Sinematografi drama ini juga indah—perbedaan warna di tiap mood dan intensitas drama—sampai chemistry yang “chemistrying” antara Nam Joo-hyuk (Gu-cheon) dengan Roh Yoon-seo (Putri Saeng-gang).
Tanpa banyak kata, karakter Gu-cheon dan Saeng-gang dalam The East Palace mendefinisikan ulang cinta sejati. Kira-kira, bisa nggak kita terapkan di kehidupan nyata, di era modern ini?
1/ Saling dukung
Meski nggak ada kata-kata, gestur Gu-cheon dan Saeng-gang diterjemahkan oleh para penonton sebagai bentuk cinta. Meski kadang mereka terlihat seperti kakak-adik, tapi tindakan keduanya, sih, pastinya bentuk cinta romantis.
Keduanya saling dukung dalam menyelidiki misteri dan rahasia di balik tewasnya para putra mahkota. Cara Gu-cheon mengajari Saeng-gang beberapa keterampilan dan bagaimana Saeng-gang membela Gu-cheon di depan Raja dan Ibu Suri sudah menunjukkan kelasnya tersendiri.
Cinta beda kasta tapi sama-sama bucin dengan cara masing-masing. Foto: Netflix
IRL: Bisa, dong, asal jangan membabi buta.
2/ Aksi yang bicara
Nggak ada ciuman, ucapan mesra, tapi tatapan Gu-cheon dan pelukan erat Saeng-gang sudah mengatakan segalanya.
Cara Gu-cheon melindungi Saeng-gang serta bagaimana Saeng-gang merawat Gu-cheon juga levelnya beda banget dengan cinta monyet.
Kepanikan Gu-cheon menembus layar di adegan ini. Foto: Netflix
IRL: Pastinya bisa, asal sabar dan percaya cinta sejati itu kadang slow burn.
3/ Rela berkorban nyawa
Bicaranya mudah tapi dibuktikan secara nyata—baik Gu-cheon maupun Saeng-gang rela mengorbankan nyawa mereka untuk satu sama lain.
Bahkan Gu-cheon rela jadi ak-gwi alias roh jahat tingkat iblis yang lahir dari kebencian ekstrem dan memakan jiwa manusia demi menyelamatkan Saeng-gang. Kalau bukan cinta sejati, apakah namanya kerandoman bucin ini....
Meski lighting romantis, adegan ini sebenarnya menegangkan.... Foto: Netflix
IRL: Berat banget, dan kayaknya kamu perlu waktu lama—nggak seperti hubungan Gu-cheon dan Saeng-gang yang baru berjalan sebentar—untuk menerapkan poin 3, walaupun bisa saja cinta kamu dan dia sama-sama cinta sejati. (f)
Zornia Harisantoso
Topic
#koreancorner


