True Story
Tiga Peluru Merobek Tubuh Suamiku

3 Mar 2016



Ia juga bersyukur bahwa peristiwa itu  tidak membuat keluarganya trauma dan menjadi paranoid akan tugasnya sebagai polisi. Sebaliknya, peristiwa ini malah memacu anak bungsunya, Fadil, yang baru duduk di kelas III SD, untuk menjadi polisi juga. “Saya ingin tangkap penjahat, seperti Bapak,” ujar Budiono, mengulang ucapan putranya yang penuh dengan kebanggaan itu. Sebagai orang tua, ia menyerahkan pilihan karier sepenuhnya kepada anaknya.

Ia pun memilih profesi sebagai polisi juga karena terinspirasi dari sang ayah, yang menjadi polisi di kesatuan Brigade Mobil (Brimob). “Pakaian seragam polisi yang gagah serta sosoknya yang melayani dan mengayomi, membuat saya tertarik,” ujar Budiono, yang merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara.

“Saya ingat ayah saya selalu berpesan: jadilah polisi yang membantu rakyat kecil. Pesan ini yang selalu saya pegang,” katanya, yakin.
Menjadi polisi, ia juga harus bersiap dengan jam kerja yang panjang. Jam kerja pasti lewat dari 8 jam. Juga ada jadwal piket 24 jam yang terbagi dalam 4 shift. Sehingga, libur belum tentu di akhir pekan. Mengingat ritme kesibukannya, tak berlebihan bila sejak menikah pada 6 Januari 2000, ia berharap Rina menjadi ibu rumah tangga. “Bukan karena gaji saya berlebih, tapi saya ingin anak-anak memiliki sosok yang bisa menemani mereka  tiap saat,” katanya.
           
Sebagai istri dari seorang polisi, Rina selalu berusaha untuk mencukupkan diri dengan pendapatan sang suami. Ia tidak malu mengakui bahwa sebagian besar perabot di rumahnya adalah hasil dari mengkredit. Barang termewah adalah dua motor, yang juga hasil dari mengkredit. “Satu dibawa oleh suami, satu lagi untuk mobilitas saya di rumah. Yang satu sudah lunas, sementara yang lain masih kredit,” ujar Rina, yang menerima pesanan kue untuk tambal sulam kebutuhan.

Rina tidak pernah berkecil hati dengan ekonomi keluarganya. Sebagai anak ke-4 dari 5 bersaudara, Rina pun dibesarkan dalam keluarga militer yang sederhana. Bapaknya yang bertugas di TNI AD menanamkan kejujuran dalam bersikap. Dua sikap ini pula yang kemudian membuatnya jatuh cinta pada sosok Budiono, yang tidak pernah bertindak aneh-aneh.

Mendengar ini, Budiono tersenyum. Sejurus kemudian ia berujar. “Saya selalu ingat pesan Bapak. ‘Lihatlah ke atas hanya kepada Tuhan. Jadilah polisi apa adanya,’” tegas Budiono, yang di lingkungan tinggalnya dipercaya sebagai ketua RT. “Kehidupan sederhana justru mendekatkan hubungan saya dan keluarga. Ini yang menjadi harta terbesar saya,” ujarnya, tersenyum. (f)
 

Yuniarti Tanjung

 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?