Trending Topic
Skit, Komedi Bernaskah di YouTube yang Mencuri Perhatian

5 Mar 2017


Tidak 100% Bebas
Desy menambahkan, video di YouTube juga mencapai puncak popularitas karena bisa menampung lebih banyak jenis konten yang tidak bisa ditayangkan di media konvensional, yang terikat beberapa aturan. Keterbatasan durasi, kebebasan berbicara, dan biaya yang mahal umumnya menjadi ganjalan jika seseorang ingin menampilkan video di media konvensional.

Meski cenderung lebih bebas aturan, bukan berarti content creator di YouTube bisa mengunggah apa saja tanpa batasan. Menurut Desy, ada tiga hal yang harus dimiliki oleh content creator, yaitu:
  • Autentik: Seperti juga dalam produk, tiap content creator harus punya unique selling point yang membuat mereka tampil beda. Keaslian seharusnya menjadi modal utama untuk menciptakan ciri khas dan karakter yang akan selalu diingat.
  • Relevan: Viewers biasanya loyal terhadap content creator karena isu yang mereka angkat terasa dekat dengan kehidupan viewers. Oleh sebab itu, content creator  harus peka terhadap kebutuhan viewers sambil tetap menjaga ciri khas mereka.
  • Bisa dipercaya: Meski bersifat nonjurnalistik, isu yang aktual dan data yang faktual tetap harus diutamakan dalam pembuatan video. Jangan sampai memberikan informasi yang salah kepada viewers.
Andry dan seluruh tim Cameo Project juga menyadari, viewers mayoritas berasal dari rentang usia remaja hingga dewasa muda. “Mereka bisa saja menjadikan video-video kami sebagai contoh. Tentu saja kami bangga jika video kami bisa ikut membangun dan mengedukasi generasi muda. Tapi, di saat bersamaan, itu juga menjadi beban moral untuk kami,” ujar Andry, yang pernah diundang YouTube untuk mewakili youtubers Indonesia di YouTube Summit for Social Change 2016, London.

Untuk itu, Cameo Project menetapkan batasan-batasan untuk video mereka, yakni tidak menggunakan kata-kata tidak senonoh, tidak mengeluarkan sumpah serapah, tetap menjaga nilai-nilai kesetaraan, seperti menghormati wanita dan memandang semua suku, ras, agama secara adil.

Wangga menambahkan, pembuatan video juga tidak bisa hanya berdasarkan tren. “Sebelum mengangkat suatu isu, kami harus benar-benar yakin bahwa kami paham dengan isu tersebut dan memiliki fakta yang cukup untuk mendukungnya.” Pemahaman isu merupakan hal penting. Sebab, tujuan utama pembuatan video adalah untuk menambah wawasan viewers, bukannya malah menyesatkan. Untuk itu, Cameo Project dan Iseng Project selalu melakukan riset sebelum membuat video.

Jika batasan-batasan itu dipertahankan, persaingan di antara content creator sebenarnya tidak perlu terjadi karena  tiap orang punya ciri khas masing-masing. YouTube dan internet --yang hingga saat ini masih suka dikambinghitamkan sebagai salah satu penyebab perilaku negatif generasi muda-- juga bisa menjadi pilihan sarana edukasi yang bisa diandalkan. (f)


Baca juga:
Live Streaming dari Ponsel di YouTube, Satu Lagi Keuntungan Buat Kreator
3 Tip Sukses Bermusik di YouTube
Super Chat, Fitur Baru YouTube yang Akan Mendekatkan Penonton dan Bintang YouTube


Topic

#YouTube, #millennial

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?