Trending Topic
Hari Pangan Sedunia 2024, Ini 5 Tips Kurangi Sampah Sisa Makanan

16 Oct 2024


Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, volume sampah di Indonesia sepanjang tahun 2023 mencapai 69,9 juta ton. Dari segi komposisi sampah tersebut, sampah sisa makanan mendominasi sebesar 41,6%. Sedangkan dari sisi sumber sampah, sampah terbanyak berasal dari rumah tangga sebesar 44,37%.

Fakta ini sungguh ironis mengingat Indonesia berada pada peringkat 70 dari 117 negara yang mengalami kelaparan. Data UNEP 2021 menyebutkan, sampah makanan rumah tangga di Indonesia sebanyak 77 kg per penduduk per tahun atau 20.938.252 ton per tahun. 

Pengelolaan sampah yang baik menjadi tanggung jawab kita bersama. Memperingati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober, mari kita bersama kurangi sampah di dapur. Berikut tip dari Tokopedia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengatasi pemborosan makanan dan sampah makanan: 

1. Rencanakan menu mingguan dengan cermat 

Membuat rencana menu mingguan yang disesuaikan dengan jumlah bahan masakan menjadi langkah penting untuk mengurangi pemborosan makanan. Selain lebih hemat, langkah ini dapat mendukung masyarakat agar lebih sadar akan pola makan yang lebih sehat dan bergizi. Tidak hanya bahan makanan, pastikan juga memasak makanan di wajan yang aman bagi keluarga.

2. Simpan bahan makanan dengan tepat agar selalu segar dan tak terbuang

Agar sayur dan buah tetap segar ketika disimpan dalam lemari pendingin, gunakan wadah berbahan aman untuk makanan (food grade) yang memiliki lubang udara supaya terhindar dari jamur atau bau tidak sedap. Bahan makanan pun tetap segar dan tahan lama. 

3. Manfaatkan sisa makanan untuk diolah kembali

Sisa makanan yang masih layak untuk dikonsumsi, seperti nasi putih, dapat diolah kembali jadi nasi goreng atau kerupuk rengginang. Agar kualitas bahan makanan tetap terjaga, simpanlah dalam wadah yang aman dan memiliki lubang aliran udara. 

Ampas kopi yang tersisa setelah menyeduh kopi ternyata jugabisa memberikan manfaat lain. Misalnya, gunakan kembali untuk menetralisasi bau tidak sedap di ruangan atau pada sepatu. Bahkan ampas kopi dapat berfungsi sebagai bahan kompos alami yang berkontribusi pada kesehatan dan kesuburan tanah.

4. Selalu menggunakan kemasan ramah lingkungan

Saat berbelanja, perhatikan jenis kemasan produk yang dibeli. Pilih kemasan yang dapat didaur ulang, biodegradable, atau reusable. Dengan memilih kemasan ramah lingkungan, kita turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Jika tidak mendapatkan kemasan belanja ramah lingkungan, siasati dengan selalu membawa kantong belanja yang awet, dan kuat.

5. Pilih produk lokal untuk mendukung pelaku usaha lokal

Membeli produk lokal dapat mendukung keberlanjutan bisnis UMKM serta mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari transportasi pengiriman barang. Untuk mengurangi jejak karbon, Dilayani Tokopedia dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha agar bisa menjangkau pasar di luar kota atau pulau dengan lebih mudah tanpa harus pindah ke ibukota. (f

Baca juga:
Milenial dan Gen Z Menjadi Target Pasar Para Pembuat Tren Boga
Dedikasi Srikandi Bulog Mengawal Rantai Pasok Pangan Nasional
Daun Jati Bikin Gudeg Berwarna Gelap? Ini Alasannya!

 


Faunda Liswijayanti


Topic

#haripangan, #panganlokal, #sampahmakanan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?