Dua sutradara Gen Z yang sedang menguasai film horor box office dunia, Kane Parsons dengan Backrooms, dan Curry Barker dengan Obsession. Foto: Getty Images
Tahun 2026 menjadi momen penting bagi perfilman horor Hollywood. Di tengah dominasi franchise besar dan studio raksasa, dua sutradara usia Gen Z berhasil mencuri perhatian dunia dengan karya mereka.
Lebih hebatnya lagi mereka bukan lulusan sekolah film elite atau “Hollywood Nepo Babies” serta bukan pembuat blockbuster berbiaya ratusan juta dolar, melainkan kreator internet yang tumbuh bersama YouTube dan media sosial.
Nama mereka adalah Curry Barker dan Kane Parsons. Keduanya membuktikan bahwa generasi digital kini tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak utama industri horor Hollywood.
Kane Parsons, sutradara muda pecahkan rekor
Jika nama Kane Parsons terdengar familiar, hal itu karena ia sudah dikenal luas di internet lewat serial video horor tahun 2022, Backrooms.Berawal dari projek YouTube yang viral pada 2022, konsep dunia liminal yang terasa asing namun menakutkan itu berkembang menjadi film layar lebar berjudul Backrooms, dan dirilis A24 di AS pada 29 Mei 2026.
Kane Parsons, sutradara termuda yang membawa filmnya ke puncak box office global. Foto: Getty Images
Cara Parsons dalam memindahkan cerita ke dalam bahasa film memiliki ciri khas tersendiri, seperti waktu di usia 16 tahun ia mengadaptasi manga Attack of the Titan jadi film pendek animasi dengan sentuhan horor, namun bisa tetap setia pada pakem karya aslinya.
Backrooms dirilis ketika Parsons berumur 20 tahun, sehingga ia jadi salah satu sutradara termuda yang berhasil membawa filmnya menduduki puncak box office (18 Juni lalu ia baru saja berulang tahun ke-21).
Saat debut, Backrooms meraup lebih dari 118 juta dolar AS secara global dan mencatatkan pembukaan terbesar dalam sejarah studio A24.
Backrooms punya cerita unik yang menguji nalar dan bertabur jumpscare. Foto: A24
Dibuat dengan bujet 10 juta dolar, menurut data Box Office Mojo per hari ini, Backrooms yang dibintangi aktor nominasi Oscar Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve itu telah mengumpulkan lebih dari 267,9 juta dolar.
Film dengan naskah dari penulis skenario TV senior Will Soodik (Homeland, Borgia, Westworld) ini juga mendapat pujian dari para kritisi.
Kesuksesan tersebut pastinya mengundang penantian akan sekuel atau serinya, sekaligus menunjukkan bahwa ide-ide yang lahir dari internet kini memiliki daya tarik yang sama besarnya dengan properti intelektual Hollywood yang sudah mapan.
Curry Barker, mantan YouTuber mengguncang Hollywood
Sementara itu, Curry Barker datang dari jalur berbeda. Kreator yang bakal berusia 27 tahun pada 22 September itu sebelumnya dikenal lewat konten komedi dan film pendek di YouTube. Namun film horor pertamanya, Obsession, berubah menjadi fenomena tak terduga.Dengan biaya produksi hanya sekitar 750 ribu dolar AS, Obsession yang dirilis di AS pada 15 Mei 1016 itu berhasil menghasilkan lebih dari 305,1 juta dolar di box office global, per data Box Office Mojo hari ini. Film tersebut bahkan hingga kini masih jadi film horor terlaris 2026.
Dari konten komedi, Curry Barker membuat horor yang ceritanya relevan dengan generasinya. Foto: Getty Images
Kritikus menilai keberhasilan Barker berasal dari kemampuannya menangkap kecemasan dan dinamika sosial yang dekat dengan generasi muda, lalu mengubahnya menjadi horor yang terasa relevan dan personal.
Dalam sebuah wawancara tahun ini, Barker mengaku ketertarikannya pada film horor bermula saat usia 11 tahun menonton The Texas Chainsaw Massacre.
Jangan lewatkan Obsession saat hadir di bioskop Tanah Air jelang akhir bulan. Foto: Universal Pictures
Vibes ala film tersebut cukup terasa dalam Obsession, yang skenarionya ditulis Barker sendiri. Dibintangi Michael Johnston dan Inde Navarrette, film ini berkisah tentang permintaan untuk dicintai gebetan, namun berubah jadi doa yang terkabul secara mengerikan.
Era baru horor milik generasi digital
Keberhasilan Parsons dan Barker bukan sekadar kisah sukses individu. Keduanya mencerminkan perubahan besar dalam industri film. Generasi yang tumbuh dengan YouTube, TikTok, dan budaya internet kini membawa bahasa visual serta cara bercerita yang berbeda ke layar lebar.Menariknya, kedua sutradara ini sama-sama memulai karier dari platform digital sebelum akhirnya menembus Hollywood.
Bagi penonton Gen Z, karya mereka terasa lebih dekat karena lahir dari pengalaman dan referensi budaya yang sama. Usaha mereka juga bisa jadi inspirasi bagi sineas muda lainnya.
Tahun 2026 mungkin akan dikenang sebagai momen film horor yang nggak lagi hanya didominasi oleh nama-nama veteran. Genre ini bisa jadi panggung bagi generasi baru kreator internet yang berhasil mengubah video viral menjadi fenomena box office global.
Kalau kamu penasaran dengan karya Parsons dan Barker, Backrooms sedang tayang di bioskop Tanah Air, dan Obsession bakal tayang pada 26 Juni nanti. Nonton karya mereka di layar lebar pastinya lebih seru! (f)
Zornia Harisantoso



