Trending Topic
Seabad Marilyn Monroe: Perempuan Berdaya yang Mengubah Hollywood dan Fashion Dunia

2 Jun 2026

Marilyn Monroe di tahun 50-an dengan gaya glamor sekaligus praktisnya; tahun 1954 menghibur tentara AS di Korsel saat Perang Korea. Foto: Getty Images


Seandainya Marilyn Monroe masih hidup, tanggal 1 Juni 2026 adalah ulang tahunnya ke-100.

Berbagai pameran yang memperlihatkan karya dan foto-fotonya pun digelar memperingati seabad kelahiran aktris legendaris Hollywood yang mendefinisikan perempuan seksi berambut pirang pada masanya itu. 

Lahir dengan nama Norma Jeane Mortenson pada 1926 (dan rambut aslinya warna cokelat), Monroe bukan sekadar bintang film. Ia menjadi salah satu simbol budaya pop di abad ke-20, mengubah cara Hollywood membangun citra selebritas, sekaligus membentuk standar glamor yang masih terasa hingga hari ini. 

Lebih dari enam dekade setelah kematiannya pada 4 Agustus 1962, wajah, gaya, dan kisah hidupnya tetap menjadi bagian dari imajinasi di seluruh dunia. 


Aktris berdaya pada masanya

Karier Marilyn Monroe di Hollywood sebenarnya relatif singkat, sekitar 17 tahun, namun ia berhasil menjejakkan aktingnya ke dalam sejarah sinema dunia.

Film-film seperti Gentlemen Prefer Blondes (1953), The Seven Year Itch (1955), dan Some Like It Hot (1959) menjadikannya salah satu bintang terbesar era studio Hollywood.

Sutradara Billy Wilder sebenarnya ingin The Seven Year Itch dibesut dalam hitam-putih, namun pihak studio maunya berwarna. Monokromatis atau berwarna, Marilyn Monroe tetap seksi! 

Yang membedakan Monroe dari banyak aktris sezamannya adalah kemampuannya mengendalikan citra publiknya. 

Menurut kurator pameran 100 tahun Marilyn Monroe di Academy Museum of Motion Pictures, Los Angeles, Monroe sangat memahami bagaimana kamera bekerja, bagaimana kostum membentuk persepsi penonton, dan bagaimana seorang bintang dapat mengelola identitasnya sendiri. Ia bahkan terlibat dalam keputusan desain kostum dan sesi pemotretan promosi. 

Meski orang mungkin mengenalnya sebagai aktris dengan tampilan seksi, Monroe termasuk pelopor perempuan berdaya dalam industri film Hollywood yang sangat patriarki. 

Pada tahun 1955 ia mendirikan studio independen Marilyn Monroe Productions bersama sahabatnya, fotografer fashion Milton Greene. Langkah ini menjadikannya salah satu aktris pertama setelah Mary Pickford (aktris pertama di awal abad ke-20 yang meraih popularitas global) yang memiliki perusahaan produksi sendiri. 

Gebrakan Monroe ini seakan menantang sistem studio Hollywood, yang saat itu memberi kontrol sangat besar kepada eksekutif studio atas karier para aktor. 


Memengaruhi sejarah Hollywood

Monroe ikut mendefinisikan konsep “movie star” era modern. Ia menciptakan persona yang menggabungkan sensualitas, kepribadian yang approachable dan humoris (apalagi kebanyakan filmnya berbalut komedi), serta kecerdasan. Formula tersebut kemudian menjadi model bagi banyak generasi selebritas berikutnya.

Marilyn Monroe difoto oleh Bruno Bernard saat syuting The Seven Year Itch

Pengaruhnya dapat dilihat pada berbagai figur budaya populer, mulai dari Madonna yang secara terbuka mengadopsi estetika Monroe di awal kariernya, hingga Lady Gaga dan Kim Kardashian yang memanfaatkan strategi pencitraan serupa—perpaduan glamor, kontroversi, dan strategi identitas di mata publik.

Para sejarawan film juga melihat Monroe sebagai figur yang membuka percakapan tentang kesehatan mental, konsekuensi dari popularitas, dan posisi perempuan dalam industri hiburan. Mengutip Los Angeles Times, pada era 1950-an ia berbicara secara terbuka mengenai terapi psikologis dan tekanan hidup sebagai selebritas—hal yang saat itu masih dianggap tabu. 


Revolusi fashion

Jika Hollywood memberikan Monroe panggung, fashion menjadikannya legenda. Beberapa penampilannya telah menjadi bagian dari sejarah fashioin dunia, yaitu:
- Gaun satin pink di adegan lagu Diamonds Are a Girl’s Best Friend dalam film Gentlemen Prefer Blondes, yang dirancang William Travilla. Gaun ini bahkan dianggap sebagai salah satu kostum paling terkenal dalam sejarah sinema Amerika.
- Gaun putih dalam poster film The Seven Year Itch, yang digambarkan terangkat oleh embusan angin di subway.
- Gaun hitam transparan yang dikenakannya dalam Some Like It Hot.

Mengenakan gaun satin pink (fuchsia) ikonik saat membawakan lagu Diamonds Are a Girl’s Best Friend dalam Gentlemen Prefer Blondes

Monroe ikut memopulerkan siluet tubuh yang menonjolkan lekuk feminin pada era pasca-Perang Dunia II, dan terkenal karena perhatiannya terhadap detail kostum. 

Kurator pameran Academy Museum mengatakan, Monroe memahami bagaimana teknologi layar lebar Cinemascope memengaruhi penampilan pakaian di layar, dan bahkan menolak beberapa model busana yang menurutnya tidak menguntungkan secara visual. 

Warisan fashion Monroe terlihat dalam tren modern—gaun body-hugging, rambut warna platinum blonde, lipstik merah klasik, serta estetika Old Hollywood Glamour yang terus hidup sampai sekarang.


Pameran seabad Marilyn Monroe

Untuk memperingati 100 tahun kelahirannya, Academy Museum of Motion Pictures di Los Angeles menyelenggarakan pameran besar bertajuk Marilyn Monroe: Hollywood Icon. Pameran ini dibuka pada 31 Mei 2026 dan berlangsung hingga 28 Februari 2027.

Penampilan seksinya memakai gaun hitam transparan dalam Some Like It Hot

Pameran tersebut menampilkan lebih dari 200 objek yang berkaitan dengan kehidupan dan karier Monroe, termasuk gaun satin pink ikonik Gentlemen Prefer Blondes, dan kostum dari Something’s Got to Give (film terakhir Monroe tahun 1962 yang tidak sempat diselesaikannya). Ada juga surat pribadi, naskah film, foto langka, dan dokumen produksi, serta barang-barang pribadi yang belum pernah atau jarang dipamerkan kepada publik.

Menurut pihak museum, tujuan pameran bukan hanya menampilkan Monroe sebagai simbol glamor, tetapi juga menunjukkan bagaimana ia secara aktif membangun dan menentukan pencitraannya sendiri di tengah sistem studio Hollywood yang sangat membatasi kebebasan artis perempuan.

Selain di L.A, National Portrait Gallery di London juga menggelar pameran merayakan seratus tahun Marilyn Monroe bertajuk Marilyn Monroe: A Portrait, hingga 6 September 2026.

Gaun Marilyn Monroe rancangan desainer kostum Hollywood Jean Louis, yang dipakai saat menyanyikan sepenggal lagu Happy Birthday untuk JFK tahun 1962. Foto: Getty Images

Ketertarikan publik terhadap Monroe tidak semata dari mitos yang mengelilinginya. Salah satunya adalah gosip affair-nya dengan Presiden AS John F. Kennedy, terlebih setelah ia menyanyikan lagu ulang tahun kepada JFK di acara gala tanggal 19 Mei 1962. 

Pengaruh Marilyn Monroe terhadap film, budaya populer, dan fashion tampaknya akan terus bertahan melewati peringatan seabad usianya, serta lintas generasi. (f)
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?