Hidup lebih bahagia bikin kita bisa mencapai resolusi tahun baru, kalau ada. Foto ilustrasi: Pexels
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu arti resolusi adalah pernyataan tertulis, biasanya tuntutan tentang suatu hal. Di tahun baru umumnya kita punya resolusi alias "tuntutan kita pada diri sendiri" untuk mencapai hal yang kita inginkan alias #newyeargoals.
Tapi kadang kita suka lupa kalau ada yang lebih penting dari semua resolusi: Hidup lebih bahagia di tahun baru.
Jadi, apa pun resolusi kalian, coba terapkan 7 hal ini agar kita lebih bahagia di tahun baru. Kalau di akhir tahun resolusi kita tercapai, bisa dobel bahagia!
1/ Berhenti menyenangkan semua orang
Semua orang pernah melakukan ini, baik disengaja maupun tanpa sadar. Lama-lama kita akan lelah sendiri karena harus menomorduakan diri sendiri demi menyenangkan orang lain, di lingkungan mana pun.
Memprioritaskan diri sendiri bukan egois, kok, tapi sikap menjaga diri. Sekali-sekali lebih mementingkan diri sendiri karena memang pantas (lagi cuti tidak membaca chat di grup kantor, misalnya) tak hanya bikin mood lebih happy tapi ujungnya bikin kita jadi lebih bahagia. Coba, deh!
2/ Move on dari penyesalan masa lalu
Kita pasti punya penyesalan di masa lalu yang tanpa sadar sering menghantui tindakan kita. Jika itu bentuknya kesalahan terhadap seseorang, mintalah maaf dan jangan ulangi lagi.
Jika itu sebuah kebodohan yang kita lakukan, jadikan pelajaran dan jangan jadi beban yang terus-menerus bikin kita sulit move on. Masa lalu tak perlu dilupakan, tapi direlakan. Bisa, kan....
3/ Berhenti membanding-bandingkan diri
Ini memang sulit dilakukan karena kita ingin jadi persona lebih baik lagi, dan perlu pembanding. Tapi jika tujuannya untuk menyesali diri, sudah saatnya membanding-bandingkan diri. Bersyukur atas apa yang kita punya, tapi tidak berhenti untuk terus berusaha.
4/ Berhenti mendendam
Dalam film, dendam bisa jadi sumber energi untuk mencapai tujuan; kenyataannya, dendam tak berujung bisa membuat kita terjebak dalam atmosfer negatif terus-terusan. Pilihannya ada dua: Lupakan atau maafkan. Keduanya bukan bentuk kelemahan kita, tapi hal yang bikin kita punya masa depan lebih positif.
5/ Tak lagi overthinking
Sudah jadi kebiasaan, sih, untuk berpikir jauh ke depan, yang kadang-kadang bikin kita overthinking. Tahu gak kalau overthinking adalah sumber stres yang bisa menggerogoti kesehatan mental dan fisik kita? Ganti dengan menerapkan mindfulness, melihat segalanya di masa kini tanpa menghakimi diri sendiri.
6/ Tak perlu jadi sempurna
Mindfulness juga bisa kita terapkan jika kita adalah si perfeksionis yang ingin melakukan segalanya secara sempurna.
Bagaimana kalau kita ubah hal itu dengan melakukan segalanya dengan melihat progresnya, tidak menargetkan kesempurnaan, dan menjadikan kesalahan sebagai proses untuk berkembang? Terkesan sulit, tapi bisa dicoba, kok....
7/ Berani menerima perubahan
Bentuk paling simpel adalah mau keluar dari zona nyaman. Menerima perubahan, meski kadang bikin kita kurang nyaman, adalah cara kita berbesar hati untuk berkembang, menikmati pengalaman baru, serta tumbuh jadi persona yang lebih baik lagi.
Baca juga:
6 Tips Jaga Kesehatan Mental yang Wajib Dilakukan Perempuan Bekerja
3 Anggapan Salah Tentang Gen Z, Nomor 3 Ada Alasannya
Saat Sibuk Kerja, Jangan Lupakan Pertemanan Kita!
Zornia Harisantoso


