Gen Z hang out sambil seru-seruan dengan permainan analog juga biasa, kok. Foto ilustrasi: Netflix (Hierarchy)
Kita sering mendengar perbandingan antara Gen Z dengan generasi lain. Mulai dari label "generasi malas" hingga "generasi yang terlalu fokus pada media sosial."
Namun, apakah semua anggota Gen Z benar-benar sesuai dengan gambaran tersebut?
Menanggapi hal tersebut ID COMM, firma konsultan komunikasi dan kehumasan, menyelenggarakan acara sesi berbagi dengan topik Gen Z: Prove the Critics Wrong!.
Acara ini mengupas tuntas tentang Gen Z dari berbagai POV; mulai dari pekerja korporat, dosen, hingga dari Gen Z sendiri. Sebagai Gen Z, anggapan salah yang mana yang paling sering dilabelkan pada kita?
1. Kurang sabar
Lahir di era digital, Gen Z sudah sangat luwes dalam menggunakan teknologi. Dengan satu klik, informasi apa pun bisa didapatkan secara instan. Hal ini membuat Gen Z terbiasa dengan kecepatan dan efisiensi hingga kurang terbiasa dengan proses menunggu alias kurang sabar.Anggapan ini kurang tepat dan disanggah oleh Muhammad Iqbal Alif Oktrianda, International Talent Booker & Manager, yang juga seorang Gen Z. Ia menyebut bahwa sikap tersebut didasari oleh jiwa muda.
Menurut Iqbal, setiap orang memiliki waktu dan timing sendiri-sendiri. Jadi, bukan berarti kurang sabar, tapi suka tidak pas timing-nya saja saat kurang sabar.
2. Bergantung pada teknologi
Anggapan ini memiliki dua sisi. Pada sisi positif, Iqbal memberikan contoh beberapa Gen Z yang membuka lapangan pekerjaan dari penggunaan teknologi, salah satunya influencer yang menggunakan media sosial."Menurut saya, selama mereka menggunakannya secara bijak, hasilnya akan bagus," kata Iqbal.
3. Kurang punya komitmen
Anggapan yang sering disebut-sebut di dunia kerja ini kurang tepat. Sebenarnya stereotyping ini terjadi karena Gen Z lebih menyukai fleksibilitas. Dengan semangat individualitas dan mobilitas tinggi, banyak Gen Z yang memilih untuk mengeksplorasi berbagai peluang karier daripada berkomitmen pada satu perusahaan saja.Namun, sebenarnya ini kembali lagi pada pribadi masing-masing. Gen Z yang sudah menemukan passion-nya (cek poin 1) bakal berkomitmen penuh!
Baca juga:
5 Fakta Menarik Mawar de Jongh, Nomor 3 So Sweet!
Milenial dan Gen Z Menjadi Target Pasar Para Pembuat Tren Boga
Bernadya dan Lagu-lagu Ciptaannya, Obat Galau Indonesia
Ghina Athaya




