Segelas Mont Blanc dengan salt bread = camilan anak skena di waktu kerja. Foto ilustrasi: Canva
Melbourne dianggap sebagai ibu kota kopi di Australia, dan memang dikenal sebagai salah satu kota dengan racikan kopi terbaik di dunia.
Reputasi tersebut dibangun oleh ribuan kafe independen yang tersembunyi di gang-gang kecil, sejarah panjang migrasi masyarakat Eropa setelah Perang Dunia II yang membawa budaya ngopi ke kota ini, serta standar sangat tinggi penyeduhan specialty coffee.
Melbourne juga populer dengan racikan kopi modern, seperti Tiger Coffee dan Mont Blanc, kopi yang sedang trending di tengah pencinta gaya hidup ngopi di kota-kota besar Indonesia.
Nggak sedikit Sahabat Femina keliling kota untuk menemukan dan mencoba racikan Mont Blanc terbaik atau paling pas selera, dan nggak terbatas dari nama-nama kafe yang beredar di media sosial.
Minuman ini pertama kali dipopulerkan oleh Good Measure, sebuah coffee shop di kawasan Carlton, Melbourne. Saat membuka kafe pada 2021, para pendirinya ingin menghadirkan menu signature yang berbeda dari kopi susu pada umumnya.
Hasilnya adalah Mont Blanc—kopi filter dingin yang diberi lapisan whipped cream tebal, lalu diparut kulit jeruk segar dan ditaburi sedikit pala di atasnya. Nama “Mont Blanc” dipilih karena tampilan es kopi ini menyerupai puncak gunung yang diselimuti salju.
Yang menarik, inspirasi awalnya justru datang dari Korea Selatan. Salah satu pendiri Good Measure, Brandon Jo, pernah mencoba kopi filter dengan lapisan krim di sebuah kafe di Seoul. Format tersebut kemudian ia kembangkan bersama timnya, hingga lahirlah versi khas Melbourne yang kini dikenal sebagai Mont Blanc.
Jangan tertukar dengan dessert bernama sama asal Prancis, ya. Mont Blanc versi Prancis adalah dessert berbahan chestnut atau kastanye, yang sudah ada sejak abad ke-18. Karena kastanye dipanen di musim gugur dan musim dingin, kue Mont Blanc juga sering disantap di waktu ini. Profil rasanya juga jauh dari versi kopi.
Tampilan dessert Mont Blanc, yang menonjolkan rasa chestnut dan nggak berhubungan dengan kopi. Foto: Pexels/Teresa Jang
Kembali ke kopi Mont Blanc, karakter utamanya justru berasal dari tiga elemen sederhana, yaitu filter coffee, whipped cream, dan orange zest yang memberikan aroma sitrus segar. Sentuhan pala menjadi penutup yang membuat rasanya terasa hangat dan kompleks.
Tak butuh waktu lama hingga Mont Blanc menjadi fenomena. Setelah videonya beredar di media sosial, antrean di Good Measure semakin panjang. Kini, kafe tersebut dilaporkan mampu menjual sekitar 600 gelas pada hari kerja dan lebih dari 1.000 gelas saat akhir pekan—angka yang luar biasa untuk sebuah menu signature.
Kesuksesan itu membuat banyak coffee shop di Australia hingga Asia mulai menghadirkan versi mereka sendiri. Ada yang menambahkan vanilla, pistachio, matcha, hingga berbagai foam beraroma lain.
Namun, ciri khas Mont Blanc asli Melbourne tetap sama: Kopi dingin yang diseruput melewati lapisan krim harum dengan aroma jeruk.
Visualnya yang kontras antara kopi hitam dan krim putih tebal memang fotogenik. Namun, daya tarik utamanya ada pada sensasi saat diminum. Krim yang lembut lebih dulu menyentuh lidah, lalu disusul rasa kopi yang clean dengan aroma sitrus yang segar.
Rasanya ringan, tidak semanis dessert, tetapi juga jauh dari kesan kopi hitam yang terlalu pahit.
Sebagian kecil Mont Blanc favorit Femina di Jakarta. Ada yang tahu dari kafe mana saja—selain yang terlihat pada gelas? Atau mungkin ada favorit kamu juga?
Tak heran kalau banyak orang menyebut Mont Blanc sebagai “dessert coffee” yang tetap terasa elegan.
Melbourne memang selalu punya cara untuk membuat dunia kopi terus berevolusi. Setelah memperkenalkan Flat White (espresso + susu hangat + foam tipis) ke panggung internasional, kini giliran Mont Blanc yang trending.
Di kota-kota besar Tanah Air, Mont Blanc hadir dalam beragam versi—ada yang patuh pada versi asli di Melbourne, ada yang bereksperimen dengan foam, ada juga yang sedikit mengubah takaran kopinya. Namun intinya tetap sama, Mont Blanc terdiri atas kopi, lapisan krim atau foam, serta cita rasa sitrus.
Menurut kamu, Mont Blanc takhta tertinggi yang pernah kamu coba sejauh ini ada di kafe mana? (f)
