Si bulat kenyal berisi kejutan manis bisa juga berwarna-warni. Foto ilustrasi: Canva
Gluten-free jadi diet populer karena memberikan manfaat energi, pencernaan lebih baik, dan penurunan berat badan—selain nutrisi harus tetap seimbang.
Gluten merupakan protein yang ditemukan dalam gandum, jelai, dan beberapa biji-bijian. Gunanya sebagai pengikat dan ‘lem’ untuk menyatukan makanan.
Bagi beberapa orang dengan kesehatan tertentu, gluten bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, kembung, atau celiac. Karena itu, konsumsi bahan mengandung gluten seperti tepung terigu, gandum, ekstrak malt, dan seterusnya dihindari beberapa kalangan.
Tapi hidup tanpa gluten alias gluten-free nggak harus membosankan. Di Indonesia, kita justru punya harta karun kuliner berupa kue basah tradisional, yang sejak dulu alami dan gluten-free karena berbahan dasar tepung beras, tepung ketan, sagu atau tapioka—bukan tepung terigu.
Dulu di masa Gen X dan Milenial masih kecil, mereka sering menikmati kue-kue basah Nusantara seperti onde-onde, putu mayang atau klepon, yang biasanya dibeli di pasar, sebagai camilan ditemani minum teh hangat.
Sekarang, kue-kue itu jadi relevan lagi karena banyak orang mulai sadar soal gaya hidup dengan makanan gluten-free, dan makan lebih mindful.
1/ Onde-onde
Onde-onde selalu punya efek nostalgia. Dari luar kelihatan sederhana—bulat, dilapisi wijen. Tapi begitu digigit… renyah di luar, lalu lembut dan lumer di dalam dengan isian kacang hijau.
Bahan utama: Tepung ketan, kacang hijau, gula
Kalori: 120-150 kalori per buah
2/ Putu mayang
Bentuknya kayak gumpalan mi warna-warni, disiram saus santan dan gula merah cair. Rasanya ringan tapi nagih, dan terlalu cantik untuk langsung dilahap.
Cantik, lembut, dan wangi santan yang enak sebagai dessert. Foto ilustrasi: Canva
Bahan utama: Tepung beras, santan, gula aren
Kalori: ± 180-220 kalori per porsi
3/ Nagasari
Pisang dibungkus adonan tepung beras + santan, lalu dibungkus daun pisang. Rasanya enak; lembut, hangat, comforting.
Isian pisang di dalamnya bikin kue basah ini mengenyangkan. Foto ilustrasi: Canva
Bahan utama: Tepung beras, pisang, santan
Kalori: ± 150-180 kalori per buah
4/ Klepon
Bola hijau kenyal dengan isian gula merah cair dan balutan kelapa parut. Satu masuk mulut… manisnya langsung pecah memberi kejutan.
Jangan pernah makan klepon sambil ngobrol serius, karena camilan ini butuh konsentrasi. Foto ilustrasi: Canva
Bahan utama: Tepung ketan, gula merah, kelapa
Kalori: ± 60-80 kalori per buah
5/ Kue lapis
Teksturnya kenyal dan legit. Biasanya orang makan lapis demi lapis (walau bilangnya cuma mau sedikit).
Manis berlapis, sabar makannya. Foto ilustrasi: Canva
Bahan utama: Tepung beras, tepung sagu, santan
Kalori: ± 200-250 kalori per buah
Kue tradisional Indonesia diam-diam lebih sehat karena lebih banyak yang:
- Gluten-free alami (bukan versi diet-dietan)
- Pakai bahan lokal dan minim proses
- Mengenyangkan walau kecil. Tapi jangan lupa tetap perlu kontrol porsi karena mayoritas tinggi gula dan santan.
Di saat dunia sibuk cari makanan gluten-free impor, kita sebenarnya dari dulu sudah punya jawabannya di pasar tradisional. Bahagia itu memang simpel; klepon dan onde-onde dulu, di sore yang nggak terburu-buru.... (f)
Baca juga:
Menikmati Kopi ala Türkiye, Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Daun Jati Bikin Gudeg Berwarna Gelap? Ini Alasannya!
5 Sajian Korea Ini Juga Unik, Ada yang Sudah Dicoba?
Brianna Relisha


