Food Story
Menikmati Kopi ala Türkiye, Warisan Budaya Takbenda UNESCO

15 Dec 2024

Secangkir kopi Türkiye disajikan bersama kudapan Turkish delights dan segelas air putih. Foto ilustrasi: Pexels/Mutecevvil

Minum kopi bersama sambil bertukar cerita, dari bergosip hingga berbagi wawasan intelektual, telah jadi budaya di banyak negara sejak dulu.

Begitu pula di Türkiye, yang memiliki salah satu budaya ngopi tertua di dunia, sejak kopi dibawa ke Türkiye dari Ethiopia di abad ke-16 oleh Kekaisaran Ottoman (Turki Usmani), yang kemudian menyebarkannya ke penjuru Eropa. Minum kopi jadi simbol keramahtamahan dan persahabatan di Türkiye.

Kopi Türkiye masuk jadi Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO sejak tahun 2013, dan merupakan minuman cair pertama yang didaftarkan UNESCO sebagai warisan budaya. Dan sejak tahun itu pula, tanggal 5 Desember ditetapkan sebagai Hari Kopi Türkiye Dunia (bahkan lebih dulu dari Hari Kopi Internasional yang pertama kali digelar 3 Oktober 2015).

Mrs. Ozlem Uluç Küçükçan di acara menikmati kopi Türkiye, simbol keramahtamahan dan persahabatan. Foto: Dok. Femina

Beberapa waktu silam, Femina diundang oleh Mrs. Özlem Uluç Küçükçan, istri Duta Besar Türkiye untuk Indonesia, menikmati kopi Türkiye ditemani berbagai kudapan khas Türkiye, bersama para istri duta besar lainnya dari negara-negara sahabat, antara lain dari Arab Saudi, Kamboja, hingga Azerbaijan.

Femina mencoba secangkir kopi Türkiye yang cara pembuatannya unik: Bubuk kopi yang digiling halus dan air sesuai takaran di dalam wadah khas cezve, serta dipanaskan perlahan di atas tungku berisi pasir. Meski sekarang cara pembuatannya lebih modern, hasil yang didapatkan tetap sama dengan metode antik ini.

Kopi Türkiye dimasak, bukan diseduh, dan cara tradisional dimasak di atas pasir panas. Foto ilustrasi: Pexels/Nevtug

Penambahan susu atau gula dilakukan saat pemanasan, bukan dalam cangkir penyajian. Dan kopi Türkiye disajikan tanpa disaring, karena bubuk kopi Türkiye telah digiling halus, nyaris menyerupai tepung. Sisa bubuk kopi yang menempel pada cangkir bisa jadi bahan ramalan, tak ubahnya ramalan bubuk teh.

Secangkir hangat kopi Türkiye lebih nikmat tanpa tambahan apa pun; wanginya lembut, rasanya intens. Tak heran kopi Türkiye disajikan bersama kudapan Turkish delight yang manis, untuk penyeimbang pengalaman rasa, serta segelas kecil air putih.

Tradisi dan legasi

Di Türkiye umumnya ibu-ibu rumah tangga menikmati secangkir kopi Türkiye bersama setelah makan pagi dan urusan rumah tangga beres sekitar pukul 11 siang. Mereka bertukar cerita (bisa juga gosip, he he).

Saat makan malam, minum secangkir kopi adalah hal yang tak boleh dilewatkan. Begitu pula jika tamu datang. Secangkir kopi wajib disuguhkan, biasanya ditemani segelas air putih. Jika kopi diminum duluan, artinya tamu lapar dan boleh disuguhi makan malam. Jika air diminum lebih dulu, tamu sudah kenyang.

Kopi dengan rasa intens yang pas dinikmati sambil bersosialisasi. Foto ilustrasi: Pexels/Ozlem Kara

Kopi pun memegang peranan penting dalam acara lamaran. Kopi yang dihidangkan untuk keluarga pelamar sudah diberi 'tantangan' tersendiri; dari garam, bubuk cabai, dan sebagainya. Jika sang pria dan rombongannya mampu bertahan beberapa teguk, berarti dia calon suami yang oke, begitu pula keluarganya.

Dalam sambutannya di depan para tamu, Mrs. Özlem Uluç Küçükçan mengutip pepatah terkenal Türkiye, "Secangkir kopi Türkiye dikenang hingga 40 tahun."

Ungkapan ini berdasarkan legenda tentang seorang penjual kopi dari Uskudar yang menjual secangkir kopi kepada seorang kapten Yunani di masa kekuasaan Turki Usmani. Empat puluh tahun berlalu dan berlangsung perang. Si penjual kopi jadi tawanan perang, namun ia diselamatkan oleh sang kapten, yang ingat akan kopi yang dinikmatinya 40 tahun silam. Waw....
 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?