Fiction
Cerpen: Bulalo Lola

15 Jun 2018


Gadis itu membuka pintu kediaman orang tuanya, hampir bersamaan sang ibu menyongsong.

“Semoga Mami tidak masak hari ini,” kata Nate, sembari mengangsurkan tas plastik suam-suam hangat.

“Hindi ako masak today, lang,” kata ibunya dalam ‘adukan’ bahasa Filipino, Indonesia, dan Inggris sekaligus. Artinya: “Aku tidak masak hari ini.”

“Apa ini, Anak Maaliit?” lanjutnya. Meski Nate sudah dewasa dan bekerja sebagai desainer freelance untuk media cetak dan online, sang ibu tetap menyebut dia dengan panggilan sayang ‘Anak Kecil’.

“Sup tulang sumsum sapi,” jawab Nate, sambil melongok meja kerja di mana Papi berkutat. Saat pensiun, beliau berkata ingin melawan kepikunan dengan membaca. Itulah yang dilakukan ayahnya saat ini.
Digamitnya Papi menuju meja makan.

“Oh, bulalo Betawi,” kata ibunya, sembari mendekap tas plastik itu. Bersama sang ayah, mereka duduk di meja makan. Sudah tiga tahun Jon Jon memilih bekerja di Solo, sekaligus untuk mengenal akarnya dari pihak bapak mereka. Sedang Ton Ton hari itu mendapat tugas shift malam di pabrik tempatnya bekerja.

“Tidak seenak buatan Lola, tetapi aku kangen bulalo, jadi kubeli selesai periksa di dokter gigi,” cerita Nate, sembari mengunyah perlahan. Antara menjaga tambalan baru di gigi serta upaya mencari-cari sensasi cita rasa yang mendekati bulalo buatan sang nenek. Sayangnya, tidak berhasil ia temukan.

Kedua orang tuanya menanyakan hasil pemeriksaan gigi dan Nate mengabarkan, sekitar dua minggu lagi akan dipasang dua gigi palsu mungil.

“Rupanya dulu ada gigi berlubang di kiri dan kanan atas yang dicabut,” jelas si putri bungsu. “Dan setelah perawatan merapikan gigi selesai, celah tidak menutup sempurna, walau bila dilihat sepintas tidak tampak.”

Kedua orang tuanya mengangguk-angguk. “Papi jadi ingat cerita Jon Jon, katanya kau dan Ton Ton menaruh perhatian begitu besar pada gigi palsu Lola,” kata ayahnya, tersenyum.
 


Topic

#cerpen, #fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?