Fiction
Cerber: Intan yang Kucari [3]

2 Jul 2017



“Jangan asal bicara. Orang tuaku tidak seburuk itu.”
Aku tertawa sinis.
“Tentu tidak. Orang tuamu sangat mulia. Begitu mulia. Wajar kalau anak-anaknya ingin berkorban untuk mereka.”
“Rian, aku tahu kau sakit hati pada mereka. Tapi, mereka hanya ingin melindungi menantu mereka.”
Aku memandangnya angkuh. “Melindungi menantu mereka, atau melindungi diri mereka sendiri?! Kau sendiri, kau ingin melindungi siapa dengan mendekatiku? Orang tuamukah? Supaya aku  tak lagi membenci mereka?!”
Dia memandangku dengan raut marah.
“Rian, apa pun anggapanmu tentang orang tuaku, aku tak peduli. Tapi, aku berkata jujur, aku mencintaimu dengan tulus, bukan karena suruhan orang tuaku.”
“Apa buktinya kalau kau mencintaiku?” tantangku.
“Aku.., apa maksudmu?” tanyanya ragu.
“Kau tahu aku tak menyukai orang tuamu. Apa demi aku, kau sanggup meninggalkan mereka?” dengan sinis aku bertanya.

Dia membisu. Wajahnya pilu.
“Satu hal lagi. Waktu orang tuamu meminta abangmu untuk menikahi ipar kalian, sebenarnya aku sangat berharap, kau mau menggantikan abangmu untuk menikahi dia. Aku tahu kau tidak punya pacar. Kau juga lebih tua dari iparmu itu. Tapi, kau diam saja. Kau membiarkan abangmu mengorbankan dirinya, mengorbankan aku. Dan sekarang, kau mengatakan kalau kau mencintaiku.  Apa kau pantas mengatakan itu?” Air mataku bercucuran ketika mengatakan itu.   
Aku sangat marah sekarang. Luka hatiku kembali terbuka.
Aku bahkan sudah tak ingat bahwa tadi aku masih jatuh cinta padanya.
Sejak hari itu, Mario tak pernah menemuiku lagi. Untunglah perasaanku kepadanya tak sedalam cintaku pada abangnya. Sehingga, hanya perlu waktu dua bulan  untuk bisa benar-benar melupakannya. 
Sekarang hanya tinggal Tigor.
 
.****.
 


Topic

#fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?