Tim sepak bola putri dari Gunung Emei yang juga jago bela diri. Foto: Dok. Star OverseasBagi penggemar film-film Stephen Chow, perpaduan antara kungfu, komedi, dan sepak bola tentu mengingatkan kita pada Shaolin Soccer (2001).
Seperempat abad setelah film tersebut menjadi salah satu karya paling ikonik dalam kariernya, Stephen Chow kembali membawa formula olahraga dan bela diri ke layar lebar melalui Kung Fu Soccer.
Film yang juga disutradarai oleh Stephen Chow ini tidak sekadar mengulang cerita lama. Kung Fu Soccer menghadirkan tim sepak bola putri sebagai pusat cerita dan menempatkan para pemainnya sebagai sekumpulan tim underdog yang harus membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik.
Film ini juga menceritakan mengenai persahabatan, kegigihan, kesempatan kedua, dan keberanian untuk mengejar sesuatu yang tampaknya mustahil.
Pesona Dilraba Dilmurat ikut mengangkat film ini jadi box office di Tiongkok. Foto: Star OverseasTim sepak bola putri dari Gunung Emei tidak dianggap sebagai kandidat serius untuk memenangkan kompetisi. Pantang menyerah, para pemain justru menemukan kekuatan yang selama ini tidak mereka sadari. Mereka memiliki kemampuan bela diri yang kemudian dipadukan teknik sepak bola.
Dipimpin oleh kapten Shuang Shuang (Zhang Xiaofei), pemain bintang Yu Long (Dilraba Dilmurat), serta mentor Xu Feng (Lay Zhang), tim Emei perlahan menemukan identitas permainan mereka.
Pertandingan demi pertandingan pun bisa mereka menangkan. Namun konflik muncul ketika sebuah pengkhianatan mengancam keharmonisan tim, membuat mereka mempertanyakan cara mereka bermain dan hubungan di antara mereka.
Setelah berhasil bangkit dari keterpurukan, tim Emei menghadapi tantangan terbesar mereka, yaitu tim juara bertahan yang belum pernah mengalami kekalahan.
Zhang Xiaofei, aktris dan komedian terkenal Tiongkok, jadi kapten tim dalam film ini. Foto: Star OverseasFilm ini bertabur bintang—dari Zhang Xiaofei, Dilraba Dilmurat, Lay Zhang, juga Carina Lau (pemimpin tim Emei), dan Takeru Satoh (pelatih tim Taiga).
Hadirnya Dilraba Dilmurat dalam film ini sempat jadi pertanyaan. Menurut Stephen Chow, selain bakat komedi yang dimiliki Dilraba, ia terkesan pada kegigihan Dilraba, yang mengingatkannya pada diri sendiri ketika tinggal di rumah petak dan berjuang mengejar impian.
Kung Fu Soccer juga memanjakan penonton dengan adegan sepak bola yang sengaja bermain dengan fantasi dan efek visual. Bola, tubuh pemain, dan gerakan kungfu dibuat seolah-olah tidak lagi tunduk pada hukum fisika.
Tak heran jika power stars dan cerita menarik bikin Kung Fu Soccer merajai box office di Tiongkok, dan masuk jadi salah satu film terlaris tahun 2026. Film ini sudah tayang di Indonesia mulai 12 Agustus 2026. (f)
Baca juga:
The End of Oak Street: Mendadak Terjebak di Dunia Dinosaurus
Garam Muda Membawa Hipdut ke dalam Kisah Cinta Anak Muda
3 Film Ini Cocok untuk Jeda Kamu
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #reviews




