
Foto: Shutterstock.com
SWEDIA
Kerajaan Swedia telah ada sejak seribu tahun lalu dan hingga kini berjumlah sebelas dinasti yang turun-temurun mewarisi takhta. Swedia juga menjadi negara monarki pertama yang mengubah ketentuan tentang penerus takhta: anak sulung dari raja adalah ahli waris takhta, tanpa memandang jenis kelamin. Raja Carl XVI Gustaf adalah raja ketujuh dalam dinasti Bernadotte, memiliki anak sulung seorang wanita, Putri Victoria. Maka, Putri Victoria yang kelak akan mewarisi takhtanya sebagai Ratu Swedia. Sayangnya, keberadaan keluarga kerajaan tidak terlalu menjadi perhatian publik Swedia, sebagaimana Kerajaan Inggris. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berkaitan dengan aturan kerajaan.
1/ Raja Tak Punya Kekuatan Politik
Keluarga kerajaan tidak memiliki pengaruh secara politik. Raja bahkan tidak memiliki hak suara dalam pemilu. Sebagai kepala negara, raja adalah simbol pemersatu Swedia. Menurut konstitusi tahun 1974, raja tidak boleh memiliki kedekatan politis dengan pihak mana pun dan dirinya tidak memiliki kekuatan formal. Tugas raja yang utama bersifat seremonial dan representatif.
2/ Tiara, Dulu dan Kini
Jika di pernikahan Meghan Markle kita menyaksikan parade topi para bangsawan dan sosialita Inggris, di pernikahan Putri Victoria, tahun 2010, tampak parade tiara yang dikenakan oleh para bangsawan. Ratu Silvia mengenakan tiara andalannya, Braganza Tiara. Adik Victoria, Madeleine, mengenakan Connaught Diamond Tiara untuk pertama kalinya. Begitu juga para bangsawan lainnya, saling berlomba memamerkan tiara bertabur permata. Pemasangan tiara kemudian mengalami perubahan, seiring pergeseran tren mode. Sekarang, tiara dipakai di atas kepala dengan sudut 45 derajat, lebih ke arah dalam kepala, dibandingkan aturan dulu.
3/ Royal Curtsies adalah Kewajiban
Hampir sama seperti Inggris, tiap bertemu keluarga kerajaan, diharuskan untuk memberikan penghormatan atau royal curtsies. Bagi wanita, royal curtsies cukup dengan meletakkan satu kaki di belakang yang lain, tekuk lutut (tidak perlu sampai ke lantai), dan tundukkan kepala sedikit. Untuk prianya, memberi hormat dengan cara menundukkan kepala. Jika raja berdiri, itu artinya semua orang juga harus berdiri mengikuti raja. Begitu juga untuk table manner saat makan malam bersama raja. Kalau raja sudah selesai makan, maka tak seorang pun boleh melanjutkan makan.
4/ Tak Boleh Meninggalkan Negara
Berdasarkan aturan Act of Succession Kerajaan Swedia, anak-anak kerajaan tak boleh meninggalkan negara, dimulai dari usia mereka 6 tahun. Jika ada anggota kerajaan melanggar aturan ini, anak-anak mereka akan kehilangan gelar pangeran dan putri. Masalah ini yang sedang dihadapi oleh Putri Madeleine, yang pada Agustus 2018 pindah ke Florida, Amerika Serikat, bersama ketiga putra-putrinya: Pangeran Nicolas (4), Putri Leonore (2), dan Putri Adrienne (1). Jika Putri Madeleine tetap menginginkan anaknya memiliki gelar sebagai pangeran dan putri, maka dalam waktu kurang dari dua tahun mereka harus kembali dan tinggal di Swedia.
5/ Tak Harus Mahal
Tidak semua yang dikenakan keluarga kerajaan merupakan busana mahal dan baru. Putri Victoria berani tampil dalam balutan baju yang harganya ‘hanya’ 99 dolar AS (atau sekitar Rp1,3 juta). Gaun dari koleksi ASOS itu tentu sangat murah untuk ukuran putri kerajaan. Putri Victoria juga pernah mengenakan busana milik ibundanya, gaun yang sudah berusia 23 tahun, dan ia tampil memesona. Dari segi mode, Swedia tidak bisa diremehkan. Swedia juga memiliki beberapa merek fashion ternama yang mendunia, salah satunya H&M.
Baca Selanjutnya: BHUTAN
Topic
#keluargakerajaan, #royalfamily



