Saat kepepet, tuh, memang paling enak pinjam uang pada teman. Asal dikembalikan tepat waktu, pastinya nggak ada masalah. Yang menyebalkan adalah kalau teman sok lupa pernah meminjam uang dari kita, terutama bila jumlahnya sudah mencapai ratusan ribu rupiah. Saatnya kita ‘menghalalkan’ segala cara buat meminta uang kita kembali—karena sederhananya: utang tetap utang, hehehe.
Ingatkan sehabis gajian
Jangan malas mengingatkan teman saat hari gajian tiba. Itu memang hak kita, kok.
Ancaman terselubung
Jika teman masih cuek saat kita mengingatkannya secara sopan dan baik-baik, saatnya agak menekan. Bilang saja bahwa kita nggak akan meminjamkan uang lagi sebelum utang sebelumnya dikembalikan, hingga ‘ancaman’ membocorkannya kepada orang lain, hihihi.
Teror 2-3 kali sehari
Belum juga membayar? Kita boleh mulai annoying dengan menelepon atau kirim SMS, WhatsApp, hingga DM di Twitter. Tujuannya, sih, agar dia sadar bahwa kita nggak main-main.
Konfrontasi langsung
Minta waktu untuk bicara berdua dengan dia. Tanyakan dulu apa yang membuatnya kesulitan untuk membayarnya. Jika alasannya bisa diterima, kita boleh memberikan tenggat waktu dan memberikan sanksi bila dia melanggarnya sekali lagi. Namun, bila kita sudah tidak percaya padanya, minta saja barangnya yang berharga sebagai jaminan dan akan dikembalikan bila teman sudah melunasi utangnya.
Bikin pengaduan
Bukan berarti kita membawa polisi saat bertemu teman yang berutang—kecuali jumlahnya sangat besar, ya. Cukup ajak seseorang yang dia segani, misalnya kakak atau pacarnya. Biasanya kalau sudah melibatkan pihak ketiga, teman akan malu sendiri, kok. Bagi diri kita sendiri, jadikan ini sebagai pelajaran, dong! (AL/FOTOSEARCH)


