Koleksi STELLARISSA dari desainer fashion Stella Rissa terkenal dengan desain yang menonjolkan feminitas dengan kuat dan classy, serta menyelipkan ketangguhan yang terkadang puitis.
Rancangannya yang sering mengeksplorasi material sering menghiasi aksi panggung para penyanyi serta penampilan selebritas di karpet merah—di samping jadi gaun pengantin yang tak terlupakan.
Kali ini, Stella Rissa menggelar Freedom, pameran terbaru dari STELLARISSA, yang mengajak kita memasuki ruang kontemplatif di mana adibusana (couture), fotografi, film, dan seni kriya (craftsmanship) melebur menjadi satu.
Berlangsung di D'Gallerie, Jakarta Selatan minggu pertama Juni, koleksi yang menjadi pusat pameran ini menghadirkan interpretasi feminitas yang emosional. Berikut sorotannya.
1/ 8 karya couture putih
Seluruh siluet hadir dalam palet putih bersih, diipilih sebagai simbol yang membuka ruang bagi kemurnian.
2/ Manipulasi tekstil tingkat tinggi
STELLARISSA mengeksplorasi perpaduan material organdy, lace (renda), tulle, dan duchess satin. Berbagai jenis renda secara khusus dibongkar dan direkonstruksi menjadi komposisi yang benar-benar baru.
3/ Lebih dari 40 jam pengerjaan kriya
Dedikasi terhadap seni kriya ditunjukkan melalui pembentukan siluet organik menggunakan cetakan batu alam dan proses vitrifikasi celup resin (resin-dip).
4/ 9 jenis material manik dan teknik tambour
Eksperimen artistik pada material table memamerkan buket bulu-resin yang dijahit tangan menggunakan teknik tambour, menciptakan kedalaman tekstur.
Foto: Dok. STELLARISSA
STELLARISSA menggandeng deretan seniman ternama untuk menerjemahkan makna “kebebasan” melalui lensa medium mereka masing-masing.
1/ Galuh Anindita & MAHIJA
Terinspirasi puisi Le Cygne karya Stéphane Mallarmé, instalasi iPerhiasan/Seni Objek ni mengambil siluet angsa sebagai simbol transformasi dan kerinduan.
2/ Indra Leonardi
Sang maestro fotografi menghadirkan karya WED | 31.07.2024 | 08, bagian dari projek tahunan 365. Ia menangkap cahaya yang berlalu dan kehidupan sehari-hari sebagai meditasi visual.
3/ Asmara Abigail dan Reuben Tourino
Lewat film pendek berjudul Freedom, keduanya mengambil inspirasi dari Isadora Duncan, penari revolusioner yang menolak aturan balet tradisional. Gerak tubuh dalam film ini menjadi bentuk ekspresi kebebasan emosional. (f)
Trifitria Nuragustina
Topic
#feminaFashion




