Fiction
Cerpen: Katakombe Santa Fallecia

22 Dec 2017


Kapal yang membawanya dari Civitavecchia terasa bergerak lamban. Cahaya matahari yang lembut membuat permukaan laut berkilauan, dengan gelombang kecil yang mengingatkannya pada kesedihan ibunya. Seakan-akan laut ini menjelma ranjang di mana ibunya terbaring tenang. Laut sebenarnya tak pernah tenang, karena selalu menyembunyikan rahasia. Dan seperti laut yang tenang itulah Ibu selalu menyembunyikan perasaannya. Laut tanpa debur, meski bergelora di kedalamannya.

Di Palermo, ia menyempatkan mencari informasi di sebuah tokoh buku kecil, yang lebih banyak menyediakan cendera mata dan kartu pos serta buku-buku traveling untuk turis, tapi ia merasa sedikit beruntung menemukan buku kecil tentang riwayat para martir yang kemudian dibacanya sepanjang perjalanan bus menuju Trapani.

Ia ingat, suatu kali Ibu memeluknya dalam bus. Saat itu ia berumur 8 tahun, dan mereka baru pulang dari rumah sakit, yang terletak di kota kabupaten, berjarak lebih dari 50 kilometer dari desanya. Dokter puskesmas merujuk Ibu ke rumah sakit, untuk periksa lebih lanjut.

Dan Ibu pulang dari rumah sakit sore itu dengan tangis yang selalu ditahannya dan hanya terus memeluknya. Tuhan tak pernah memberi kita penderitaan, tapi memberi kita pelajaran tentang ketabahan, samar-samar ia seperti mendengar suara ibunya.
 


Topic

#cerpen, #fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?