True Story
Rosida yang Terabaikan

25 Feb 2016



Nelly Harpuny, Psikolog Klinis di Instalasi Rehabilitasi Medik RSKD
“Kami salah. Kami minta maaf,” ujar Ros, adik kandung almarhumah Rosida, berkali-kali  kepada Nelly. “Rosida tidak pernah mengeluh atau minta ini itu. Itu yang menjadi alasan keluarga Rosida untuk membiarkannya dan tidak membawanya ke puskesmas,” sesal Nelly.

Andai sejak awal pihak keluarga tidak lalai terhadap Rosida, dan segera membawanya ke puskesmas, mungkin akhir ceritanya berbeda. Karena, puskesmas bisa membantu merujuk kasus Rosida ke rumah sakit secepatnya. “Di wilayah kerja puskesmas ada kader-kader yang menjadi garda terdepan puskesmas untuk mendeteksi dini, atau menemukan masalah-masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat sekitar,” jelas Nelly, yang sering melatih kader-kader kesehatan di puskesmas-puskesmas.

Kader-kader puskesmas, dibantu aparat desa  dan seluruh lapisan masyarakat hingga lingkup terkecil, yaitu keluarga, harus lebih tanggap dalam memantau kondisi sesama warganya, termasuk kondisi kesehatan mereka. Dengan demikian, di masa depan, apa yang menimpa Rosida tidak terjadi lagi. “Jangan  di saat-saat akhir saja baru muncul,” kritik Nelly. 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?