True Story
Achmad Zacky & Diajeng Lestari, Merawat Cinta dan Membesarkan e-commerce Bersama

28 Sep 2018

 

Mulai Dari Nol
 
Saat ini orang mungkin mengenal Zacky dan Ajeng sebagai pebisnis e-commerce yang berkibar di tanah air. Zacky dengan Bukalapak dan Ajeng dengan HiJup.com. Baru-baru ini bisnis start-up Bukalapak berhasil menembus status Unicorn dengan nilai kelola bisnis di atas 1 miliar dolar AS, atau sekitar Rp14 triliun! Bisnis busana wanita muslim yang dikelola Ajeng juga tumbuh pesat dengan suntikan investasi 1 juta dolar AS(Rp14 miliar) dari penyandang dana di Silicon Valley, AS.
 
Apa yang mereka nikmati saat ini merupakan bagian dari perjuangan mereka merintis bisnis sejak titik nol. Saat itu Ajeng masih bekerja di lembaga konsultasi milik Jerman, sebelum akhirnya pindah sebagai tim riset pemasaran di sebuah perusahaan komersial. Zacky bekerja sebagai tenaga lepas programming. Dengan pendapatan yang terbatas, setelah menikah mereka hanya bisa menyewa sebuah kamar kos untuk tempat tinggal. Namun, justru dari kamar kos ini banyak ide lahir, saat itu Zacky sedang merintis Bukalapak.
 
“Waktu itu gaji kami rata-rata hanya dua juta rupiah per bulan. Uang itu hanya cukup untuk bertahan hidup, sehingga kami sama sekali tidak punya tabungan. Harta kami saat itu hanyalah sebuah motor. Modal kami hanya semangat, harapan, dan mimpi,” ungkap pria lulusan terbaik Teknik Informatika ITB itu.
 
Ajeng tidak merasakan perjuangan mereka saat itu sebagai sesuatu yang membuat dirinya selalu waswas terhadap masa depan. Sebaliknya, ia justru sangat menikmati masa-masa pergi ke mana-mana naik sepeda motor, makan berdua di warung tenda. “Di kesempatan seperti ini kami suka ngobrolin soal negara. Berat, ya? Ha... haha…,” ujar Ajeng.
 
Meski terdengar seperti gurauan, pasangan suami-istri ini sangat serius tentang visi mereka yang satu ini. “Misi kami adalah bagaimana agar semua pelaku bisnis di Indonesia ini mengalami kesejahteraan yang merata. Kami ingin memberikan kekuatan lebih kepada para pebisnis kecil sehingga mereka menjadi lebih kompetitif dan sejahtera,” lanjut Zacky, yang mengidolakan Bung Hatta, inisiator koperasi di Indonesia.
 
Usaha yang berawal dari kamar kos, delapan tahun lalu, itu kini mampu menggerakkan perekonomian mikro dan menghidupi sebanyak 1.500 karyawan. Demikian halnya dengan HiJup.com. Bisnis yang berawal dari ruangan 2 x 3 meter dengan satu karyawan lulusan SMKsebagai tenaga administrasi itu kini telah tumbuh pesat.
 
Mengayomi sebanyak lebih dari 200 merek lokal yang 90% di antaranya berskala bisnis UKM, kini bisnis HiJup.com telah menjangkau 100 negara. Bahkan, memiliki gudang penyimpanan sendiri di London. “Kami ingin membantu UKM agar lebih terorganisasi dan konsisten dalam berproduksi, sehingga mereka bisa naik kelas dan lebih matang dalam berbisnis,” ungkap Ajeng, tentang usaha yang dirintisnya tahun 2011 itu.
 
Tidak mudah menjaga stabilitas bisnis start-up yang berjalan di platform digital. Tuntutan bisnis berjalan dalam hitungan detik. Hilangnya batas geografi dan zona waktu juga membuat bisnis ini meminta komitmen lebih yang menjadi tantangan tersendiri saat dihadapkan pada kebutuhan waktu berkualitas sebagai sebuah keluarga. Apalagi, saat ini mereka telah dikaruniai dua putri, Laiqa (5) dan Maura (8 bulan).
 
“Solusi kami adalah mendekatkan rumah ke kantor, dan mengusahakan agar pukul tujuh malam kami sudah ada di rumah,” ungkap Ajeng, tentang komitmennya bersama suami. Dulu, waktu mereka habis di jalan untuk menembus kemacetan antara Kemang dan Cinere, Jakarta Selatan. Kini, sejak mereka pindah rumah ke wilayan Pejaten, Jakarta Selatan, waktu di jalan ini terpotong signifikan.
 
Keduanya cukup fleksibel dalam mengelola waktu bisnis dan kebersamaan. Di jam makan siang, Zacky akan menjemput anak dari sekolah dan menyempatkan makan siang bersama di rumah. Jika Ajeng harus bertemu investor, maka ia tidak keberatan membawa anak ke kantor. Begitu juga sebaliknya. “Waktu eksklusif kami adalah di pagi hari. Setelah menyiapkan anak dan mengantarkan mereka ke sekolah, kami ada waktu berduaan untuk mengobrol santai sembari sarapan,” ungkap Ajeng.
 
Mengaku sebagai pasangan santai, Ajeng menemukan bahasa romantis yang berbeda dari Zacky. Salah satunya, saat suaminya itu mendukung gagasannya untuk melakukan persalinan water birth (melahirkan secara alami dalam air). “Meskipun jadwal rapatnya sangat padat, ia tetap bersedia ikut workshop, belajar dari buku-buku, dan dia lumayan sukses mendampingi saya selama persalinan,” ceritanya, haru.
 
Sementara itu, di mata Zacky, istrinya bisa menjadi sosok penyeimbang yang kembali membangkitkan semangatnya. “Dia selalu menjadi sisi positif saat saya sedang tidak percaya diri. Kami bisa saling membangkitkan semangat. Kekuatan instingnya sebagai wanita juga ikut memberi insight menarik dalam bisnis.” (f)

Baca Juga:

Ketegaran Ririn Ekawati Menghadapi Kanker yang Merenggut Sang Suami Ketika Belum Genap Dua Tahun Berumah Tangga
Miranda Kerr dan Evan Spiegel: Memilih Hidup Membumi
Cerita Cinta Nana Mirdad & Andrew White yang Meninggalkan Dunia Hiburan Demi Cinta


Topic

#kisahcinta, #bukalapak, #hijup.com, #e-commerce

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?