
Foto: Peter F. Momor/ Dok. Femina Group
Hari ini (21/6), tepat sehari sebelum hari jadi Jakarta, Presiden Joko Widodo berulang tahun ke-55. Ucapan selamat mengalir dari berbagai kalangan hingga tagar #HBDJokowi55 menjadi trending topic di Twitter.

Dok. Twitter/ @dedimulyadi71, @Pak_JK, @basuki_btp, @tito_karnavian
Sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2014 lalu, Jokowi telah mengeluarkan paket-paket kebijakan yang beberapa dinilai tidak populer. Di antaranya, pengalihan subsidi BBM yang dianggap konsumtif ke sisi produktif seperti pengembangan industri dan pembangunan infrastruktur.
Belakangan ini, ia kembali disorot terkait penunjukan Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Sebelumnya, Jokowi batal melantik Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri setelah Budi ditetapkan menjadi tersangka KPK terkait dengan isu ‘rekening gendut’ perwira polisi yang diduga hasil korupsi. Saat itu, masyarakat dari berbagai kalangan bereaksi keras menolak korupsi dan pelantikan Budi Gunawan menjadi Kapolri.
Sebagai pemimpin, ia memang tak bisa menyenangkan semua pihak. Namun, ia sadar betul bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam pemerintahan.
“Saya sudah melihat, saat ini eranya sudah horizontal, bukan vertikal lagi. Masyarakat sudah tidak ingin dijadikan objek. Mereka ingin diajak berperan, dijadikan teman, diajak diskusi, dijadikan partner. Ini yang tidak banyak disadari,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan femina.
Ia juga dikenal sebagai salah satu pemimpin negara yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana mendekatkan diri pada rakyat. Dalam Twiplomacy Study yang dilakukan oleh Burston Marsteller yang dirilis pada 31 Mei lalu, akun Twitter @Jokowi menempati posisi ke 9 sebagai pemimpin yang tweet-nya paling banyak di-retweet.

Dok. Twiplomacy 2016
Studi itu menganalisis 793 akun twitter milik pemimpin negara dan pejabat pemerintah di 173 negara, serta media sosial lainnya, seperti Facebook, Instagram, Google+, LinkedIn, YouTube, Vine, Periscope, hingga Snapchat. Nama Jokowi bersanding dengan para pemimpin dunia yang telah lebih dulu eksis di media sosial, seperti Mauricio Macri (Argentina), Justin Trudeau (Kanada), dan tentu saja, Barack Obama (Amerika Serikat) yang disebut-sebut sebagai presiden digital pertama yang sangat maksimal dalam memanfaatkan media sosial dalam menjalankan masa pemerintahannya.
Selain memanfaatkan Twitter, Facebook, dan Instagram sebagai alat komunikasi visual untuk berinteraksi dengan rakyat dan pemimpin dunia lainnya, Jokowi juga mulai mencoba sesi live dengan Periscope dalam kunjungan ke sebuah festival di Pontianak beberapa waktu lalu. Lewat berbagai layanan hingga media sosial, rakyat semakin dimudahkan untuk menyampaikan aspirasi pada pemimpinnya. Tapi, tentu saja harus tetap beretika dan tidak kebablasan. Kalau Anda, apa yang ingin Anda sampaikan pada beliau? Ceritakan pada femina. (f)
Topic
#HBDJokowi55




