Penampilan beda Tom Cruise sebagai konglomerat pembawa bencana di bumi. Foto: Warner Bros/Legendary PicturesSutradara peraih Oscar Alejandro González Iñárritu kembali dengan film terbarunya berjudul Digger. Berdurasi 129 menit, film komedi satir ini berfokus pada Digger Rockwell yang diperankan oleh Tom Cruise.
Digger adalah seorang konglomerat, raja minyak asal Texas yanng arogan dan dianggap sebagai salah satu orang paling berkuasa di bumi. Digger memiliki pertambangan minyak di Greenland yang bisa menghasilkan miliaran dolar setiap hari.
Kepanikan dimulai saat salah satu pegawai Digger mengabarkan bahwa telah terjadi kebocoran di pertambangan minyak tersebut. Tak ingin kehilangan sumber uangnya, Digger mengabaikan laporan tersebut.
Menurut Ganesh (Riz Ahmed), ilmuwan sekaligus penasihat Digger, kebocoran ini bisa menyebabkan fenomena lain yang cukup masif. Kebocoran yang terjadi akan memicu tsunami dahsyat, banjir bandang lintas benua, potensi korban jiwa massal hingga kerugian material yang mencapai belasan triliun dolar.
Presiden AS, Compson (John Goodman), minta Digger mengatasi masalah ini sendiri.
Digger dan Ganesh, penasihatnya. Apakah mereka mau menutupi kelalalian mereka? Foto: Warner Bros/Legendary PicturesBagi YTTA, cerita film ini memang sebuah sindiran yang dikemas cerdas. Kiamat iklim global jadi hal yang heboh tapi sebenarnya bisa dicegah dengan kepedulian.
Sebagai konglomerat minyak dengan gaya lantam, Tom Cruise menampilkan akting apik, didukung transformasi fisik, yang dinilai kritisi sebagai salah satu perubahan paling berani sepanjang kariernya.
Di bawah arahan desainer prostetik peraih Oscar, Kazu Hiro, wajah Tom mulai dari area rahang, leher, dan hidung diubah menggunakan lapisan prostetik tebal. Tom bahkan menggunakan custom dental work (gigi palsu khusus) demi mendalami karakternya. Begitu juga dengan tampilan rambut tipis beruban dan fat suit (perut buncit).
Arahan Iñárritu atas akting Tom Cruise juga dinilai berani karena bisa mengarahkan sang aktor utama untuk keluar dari citra pahlawan aksi konvensional ke peran satir yang bahkan terkesan aneh dan berisik.
Film ini memang siap untuk berbicara di awards season yang pemanasan (dan pengumuman nominasi) mulai berjalan akhir tahun ini. Dan sebagai sutradara yang gemar bereksperimen dengan realitas (seperti pada Birdman), Iñárritu menghadirkan kejutan di tengah cerita. Penasaran?
Tonton Digger di bioskop biar tidak penasaran lagi, mulai 2 Oktober 2026. (f)
Baca juga:
Memenuhi Bucket List Menantang Maut dalam Fall 2: Deadpoint
Sihir, Nostalgia, dan Sisterhood dalam Practical Magic: The Book of Magic
Hope: Kisah Satu Hari yang Menegangkan dan Penuh Ironi
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #reviews


