Trending Topic
Menelusuri Malang dan Surabaya Bersama Toyota Calya

10 Oct 2016


Foto: Dok. RIN


Toyota Astra Motor (TAM) kembali mengorbitkan produk terbarunya, Calya. Untuk menguji ketangguhan mobil compact Multi Purpose Vehicle dengan 7 kursi ini, femina menjajalnya dengan rute Malang-Surabaya, pada tanggal 19-20 September lalu. Saat mendarat di Bandara Abdurahman Saleh, para jurnalis yang berjumlah 24 orang dibagi ke dalam 6 grup. Masing-masing kelompok langsung diberi kunci untuk mengetes kelincahan Calya. Rute pertama menuju restoran Taman Indie berhasil dicapai dengan waktu sekitar 20 menit. Melewati kota Malang yang cukup padat di siang hari, perjalanan konvoi terasa sangat mulus walau harus menyalip kendaraan beberapa kali.

Setelah makan siang selesai, acara yang bisa dibilang sebagai perjalanan kuliner dilanjutkan ke Gunung Banyak, Omah Kayu. Ternyata tantangan yang harus dilewati sedikit berbeda. Di kontur jalan yang tanpa aspal, menanjak, dan berliku, Calya sukses membuktikan performanya. Menurut  Rouli Sijabat, Public Relations Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM), Malang dan Surabaya memang sengaja dipilih dalam ‘Wonderful Journey’ ini.  “Kedua kota ini memiliki kontur jalur yang beragam. Selain itu para peserta juga dapat menelusuri lokasi-lokasi ikonik di Jawa Timur,” ucapnya.

Rute berikutnya adalah kembali turun ke kota menuju Ijen Suites Hotel Malang. Karena bertepatan dengan jam pulang kantor, kami sempat terjebak dalam kemacetan. Untungnya, Calya memiliki fitur yang lengkap seperti luas leg room yang lega, slot power supply di baris depan dan belakang untuk mengisi ulang baterai gadget, serta rear air circulator yang mengalirkan udara dingin ke bagian belakang.
 
Keesokan harinya, jam 9 pagi kami semua meluncur ke Surabaya. Tentunya setelah melewati santap pagi di Rawon Nguling yang terkenal dengan potongan daging rawonnya yang besar tetapi lembut. Jika kemarin kami mencoba Calya Manual, sekarang gantian dengan Calya Automatic. Melewati tol Gempol-Pandaan, mobil dites dengan kecepatan tinggi.

Saat jarum spidometer menyentuh 130 kpj, mobil terasa anteng dan limbung hampir tidak terasa. Stabilitas ini disebabkan karena pemilihan suspensi, desain body, dan faktor ketinggian mobil yang tidak jangkung. Menurut Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota Astra Motor yang turut hadir dalam acara ini, mengatakan bahwa menciptakan mesin yang kuat, mulus, dan ringan, menjadi salah satu komitmen Toyota, di samping faktor keselamatan. (f)

Baca juga:
7 Tip Safety Driving Untuk Wanita
Memahami Konsep Defensive Driving
Abdullah Azwar Anas, Mengubah Wajah Banyuwangi


Topic

#Toyota

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?