Trending Topic
Mencari Kebahagiaan Dengan Berbagi

3 Feb 2019


 
Shanti Mendera memanfaatkan ilmunya dalam yoga untuk berbagi dengan para korban bencana di daerah bencana alam./ Foto: Dok. Pribadi
 
Pilihan Hati

Tiap orang sebenarnya selalu punya sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain. Tidak harus berupa uang, tapi bisa juga waktu, cinta, maupun wisdom. Memberi bisa disebut juga sebagai kebutuhan dasar manusia.
 
Menurut psikolog Anisah Wheatly, memberi --entah itu materi, waktu, usaha-- akan membuat yang diberi merasa terbantu. Dengan demikian, ada kebahagiaan karena merasa ada orang yang ikut memperhatikan, ikut merasakan kesedihan dan keperihan mereka. Membuat mereka percaya bahwa ‘kemanusiaan’ itu masih hidup.
 
Begitu juga bagi yang memberi. “Melihat orang lain bahagia membuat mereka ikut bahagia. Dengan catatan, bila pemberian dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh cinta. Perasaan bahagia yang terpelihara dengan baik akan membuat kualitas hidup di semua aspek akan membaik,” tuturnya.
 
Dalam hukum energi, Anisah percaya, sekecil apa pun energi yang Anda keluarkan, akan kembali pada Anda berkali lipat. “Jadi, bayangkan bila yang Anda keluarkan adalah kebahagiaan. Semesta bekerja dengan cara-cara yang misterius. Kita tak pernah tahu dia akan kembali dalam bentuk seperti apa, tapi yang pasti dia akan kembali.”

Keengganan memberi karena menunggu kaya dulu, dikatakan Anisah, seperti mengisyaratkan kepada semesta bahwa kita belum cukup. “Getaran tidak berkecukupan inilah yang ditangkap semesta dan inilah yang akan semesta berikan untuk kita, tidak akan pernah kita dicukupkan.”
 
Apakah bila memberi akan menjamin bahwa Anda akan menerima lebih? Tidak juga. “Bila ini mindset yang ada di pikiran dan hati, maka seolah-olah memaksa bahwa itulah yang akan terjadi. Tetapi, jika pada saat memberi Anda ikhlas, karena rasa cinta kepada sesama, rasa cinta kepada Ilahi, maka vibrasi yang Anda getarkan adalah bahwa Anda berkecukupan, walaupun dalam realitasnya tidak persis sama.”
 
Lebih lanjut, Anisah berpendapat, memberi tidak hanya membersihkan harta, karena apa pun yang mengalir akan kembali. Bila harta tidak dibersihkan, maka akan banyak energi yang mati, yang akan menghambat bertumbuhnya diri secara spiritual, bahkan menghambat memuainya hartamu. Start giving, seberapa pun harta, tenaga, dan usaha, pasti bisa kita sisihkan untuk diberikan kepada yang membutuhkan.”
 
Tentang siapa yang harus diberi? Berhati-hatilah memilih dan memilah siapa yang hendak dibantu. Saran Anisah, “Pilihlah dengan hatimu karena hatimu akan membawamu memilih dan memilah orang ataupun organisasi yang tepat yang patut dibantu.” (f)

Baca Juga:

Makna Beres-beres Jelang Imlek
Wings Wujudkan Kepedulian Terhadap Pendidikan Dengan Turut Membangun Gedung PAUD di Sumba Timur
Rina Trisnawati, Lewat Tintin Chips Berdayakan Ibu-Ibu Yang Memiliki Anak Disabilitas


Topic

#trendingtopic, #theartofgiving, #gayahidup

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?