Film Michael, biopik terlaris sepanjang masa, berkat dukungan fans seluruh planet. Foto: Universal Pictures
Takhta terlaris film biopik resmi berpindah kepada film Michael, biopik Michael Jackson di awal popularitasnya sebagai fenomena dan legenda musik pop dunia.
Film Michael menggungguli film biopik Freddy Mercury, Bohemian Rhapsody (2018), yang kebetulan juga punya produser yang sama, Graham King.
Film ini juga membuktikan kekuatan fans menentukan box office global, meski kritisi berpendapat lain. Di berbagai review, Michael yang disutradarai ‘dikeramas’ kritisi film, namun respons audiens—alias fans—sangat positif.
Disutradarai Antoine Fuqua, Michael yang dibintangi keponakan Michael Jackson, Jaafar Jackson, ini juga memicu kebangkitan kembali lagu-lagu Michael Jackson di tangga lagu berbagai negara.
Akting Jaafar Jackson dipuji karena dianggap akurat dan bisa ‘menghidupkan kembali’ sosok MJ. Foto: Universal Pictures
Banyak fans datang ke bioskop mengenakan kostum ikonik Michael Jackson, nonton filmnya berulang kali, hingga mengajak generasi yang lebih muda untuk mengenal musik sang legenda.
Rekor demi rekor
Sebelum dirilis, para pengamat memang memprediksi bahwa Michael bakal berjaya di box office, karena ia salah satu film high profile tahun ini. Namun popularitas film ini melampaui ekspektasi.Sejak akhir pekan perdananya, Michael langsung mencetak sejarah. Film ini meraih pendapatan pembukaan global sekitar 217 juta dolar AS, menjadikannya pembukaan terbesar sepanjang masa untuk film biopik musik.
Di Amerika Utara saja, film tersebut menghasilkan lebih dari 97 juta dolar pada akhir pekan pertama, jauh melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Bohemian Rhapsody.
Salah satu daya tarik film ini adalah akting menawan Colman Domingo sebagai ayah otoriter, Joe Jackson. Foto: Universal Pictures
Kesuksesan itu tak berhenti di sana. Menurut data Box Office Mojo per hari ini, Michael yang dirilis akhir April itu telah mengumpulkan lebih dari 934,6 juta dolar di box office global dan resmi melampaui Bohemian Rhapsody (911 juta dolar) sebagai film biopik musik terlaris sepanjang masa.
Saat ini Michael ada di peringkat kedua film dengan pendapatan tertinggi tahun 2026, dan mendekati rekor biopik terlaris yang saat ini dipegang Oppenheimer (2023) denggan 975,8 juta dolar.
Demam lagu Michael Jackson
Dampak Michael ternyata tidak hanya terasa di bioskop. Film ini memicu gelombang nostalgia global yang membuat katalog musik Michael Jackson kembali merajai tangga lagu.Di Inggris, album soundtrack Michael langsung masuk lima besar chart album. Album kompilasi Number Ones (2003) dan album legendaris Thriller (1982) kembali menembus jajaran album terlaris. Sementara itu, lagu-lagu klasik seperti Billie Jean, Beat It, dan Don’t Stop ’Til You Get Enough masuk tangga lagu singel lagi.
Meski ceritanya dikritik terlalu ‘sanitized’, adegan MJ menyatukan dua geng di dance floor memang kisah nyata. Foto: Universal Pictures
Fenomena serupa terjadi di AS. Album Thriller mengulang masuk 10 besar Billboard 200, sementara Billie Jean berhasil mengambil tempat di Billboard Hot 100 puluhan tahun setelah pertama kali dirilis.
Di platform streaming, dampaknya bahkan lebih besar. Michael Jackson kini tercatat sebagai salah satu artis yang paling banyak didengarkan di dunia, dengan lebih dari 87 juta pendengar bulanan di Spotify. Beberapa album klasiknya juga kembali mendominasi tangga lagu digital internasional.
Legasi lintas generasi
Kesuksesan Michael menunjukkan bahwa kekuatan fanbase dapat menjadi faktor penentu di box office modern. Banyak penonton yang tumbuh bersama musik Michael Jackson datang untuk bernostalgia, sementara Gen Z dan Gen Alpha mengenal sang ikon untuk pertama kalinya melalui film ini.Inggris, Prancis, Meksiko, Jepang, Jerman, Brasil, Spanyol, Italia, dan Australia adalah penyumbang box office dunia terbanyak. Secara demografi, penonton perempuan mendominasi, dan penonton berusia 18-34 tahun, yang pastinya belum lahir dengan fase Michael Jackson di film ini.
Dengan bujet 155 juta dolar, Michael bisa menampilkan konser MJ (dan The Jacksons) sespektakuler aslinya. Foto: Universal Pictures
Michael boleh dibilang fenomena yang jarang terjadi: Sebuah biopik yang tidak hanya memecahkan rekor bioskop, tetapi juga menghidupkan kembali katalog musik yang sebagian besar berusia lebih dari 30 tahun.
Di tahun 2026, para fans membuktikan bahwa warisan Michael Jackson bukan hanya bagian dari sejarah musik, melainkan sebuah kekuatan budaya global yang mampu menggerakkan jutaan orang di seluruh dunia. (f)
Baca juga:
Dari YouTube ke Box Office Global, Curry Barker dan Kane Parsons Menyutradarai Dua Film Horor Terlaris Tahun Ini
Sulit Move On dari My Royal Nemesis, Tonton 3 Drama Ini
Seabad Marilyn Monroe: Perempuan Berdaya yang Mengubah Hollywood dan Fashion Dunia
Zornia Harisantoso


