
Foto: Dok. Oscar Lawalata, Glenny
Museum Nasional terasa berbeda di sore akhir April lalu. Kumpulan wanita berdandan cantik hadir, dengan dress code kain tradisional Indonesia. Tampak hadir Najwa Shihab, Cut Mini Theo, Widyawati, hingga Niniek L. Karim.
Dengan satu tujuan, menginspirasi dan menghadirkan khalayak yang lebih luas untuk cinta budaya Indonesia, Oscar Lawalata, Museum Nasional, Yayasan Jantung Indonesia, Femina Group, dan Plataran mempersembahkan acara I AM INDONESIAN. Inilah gerakan perayaan keanekaragaman budaya yang bertajuk: Berbeda-beda, tapi Tetap Satu Jua. Tujuannya, membangun rasa nasionalisme dan mengangkat nilai-nilai pluralisme.
Berawal dari kecintaannya pada wastra Nusantara yang telah ditelusuri dan dipelajarinya lebih dari satu dekade, Oscar Lawalata merasa hal ini perlu digaungkan. “Saya yakin orang-orang Indonesia cinta pada kebudayaannya, tapi mungkin tidak memiliki kesempatan untuk keliling Indonesia. Dari rangkuman perjalanan itu, saya merasa harus ada movement agar kita lebih bangga untuk mengatakan, ‘I AM INDONESIAN,’” jelas Oscar.
Gerakan I AM INDONESIAN ini diwujudkan dalam sebuah rangkaian acara berupa pameran 150 busana rancangan Oscar Lawalata. Pameran sebagai pengganti peragaan busana ini menampilkan busana menggunakan wastra dari beragam pulau: Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya, seperti tenun Buna dan tapis Palembang dengan teknik yang khas dari tiap provinsi. Acara ini juga menyuguhkan pameran foto yang menampilkan 103 wanita Indonesia peduli budaya dari berbagai generasi dan profesi. Di antaranya, Pia Alisjahbana, Mirta Kartohadiprodjo, Svida Alisjahbana, Mira Lesmana, hingga pelukis berusia 11 tahun, Latisha Soeryadjaya. (f)
Baca juga:
Mengenal Perjalanan Kain dari Sukabumi




