
Dok. Istimewa
Dampak krisis dari pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia tentu terasa sangat berat di berbagai lini. Tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga berdampak pada isu ekonomi dan sosial.
Seperti yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, bahwa wanita bisa jadi bagian dari solusi dan upaya dalam memberantas situasi krisis saat ini.
“Kartini memberikan kita inspirasi mengenai hak-hak perempuan. Hak-hak ini membuka kesempatan bagi kita untuk berkontribusi dan termasuk pada saat sulit seperti ini,” jelasnya. Pasalnya, menurut Retno saat ini kita tidak hanya dihadapkan pada tantangan kesehatan, tapi juga menghadapi tantangan dampak terhadap isu sosial-ekonomi.
Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April kemarin, 12 Duta Besar RI Wanita di berbagai negara berbagi cerita menghadapi krisis di webinar Kartini Masa Kini dalam Krisis COVID-19 : Perlindungan Warga dan Kerja Sama Luar Negeri .
Seperti yang disampaikan Sri Astari Rasjid, Duta Besar RI-Bulgaria, bahwa kondisi bencana kesehatan global ini menantang dirinya untuk tetap kreatif walau harus bekerja hanya dari rumah.
“Di tengah pandemi COVID-19, kita berhasil kembali melakukan penjelajahan Kartini seperti ketika ia dulu diisolasi. Membuat program-program kreatif di masa work from home, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan hingga membantu memulangkan turis-turis Indonesia sebelum lockdown,” pesan
Sementara itu, Amelia Yani, Duta Besar RI-Bosnia Herzegovina, berusaha mendekatkan diri dengan warga negara Indonesia (WNI) di negara tersebut untuk memastikan bahwa mereka merasa aman.
“KBRI di Bosnia menyiapkan berbagai alat bantu, seperti masker, sarung tangan, sabun cuci tangan. Rencananya, menyambut bulan Ramadhan, kami ke rumah-rumah WNI untuk mendistribusikan vitamin, madu, dan oleh-oleh. Syukur WNI kita masih aman dari virus corona,” paparnya.
(Lanjut ke halaman berikutnya)
Topic
#Corona, #Kartini


