
Dok. Facebook Page Wanita Wirausaha Femina
Syarat Melakukan Kampanye Pemasaran Sosial
Ditambahkan oleh Tuhu bahwa dalam membuat kampanye sosial, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, agar sebuah brand tidak dianggap menunggangi penderitaan orang lain untuk mendapatkan keuntungan.
Pertama adalah empati. "Konsumen sekarang tuh mau melihat bahwa brand ini beneran empati, bukan hanya mau jualan, apalagi dalam keadaan krisis seperti saat ini," jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Edelman riset khusus di tengah pandemi COVID-19 dimana membangun kepercayaan sangat penting untuk menarik perhatian calon konsumen. Maka dengan orang percaya bahwa sebuah brand benar-benar berempati, mereka akan memilih brand tersebut sebagai pilihannya.
Kedua adalah otentik. Tuhu menjelaskan, bahwa setiap brand perlu membuat kampanye sosial yang memang memiliki korelasi dengan apa yang mereka tawarkan. Misal sebuah brand mode menjual produk masker untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan. Menurutnya ini masih sangat relevan dengan keadaan. Berbeda dengan brand makanan, yang menjual masker, yang membuat kampanye tersebut jadi tidak otentik.
“Empati dan otentik itu sangat penting. Karena generasi sekarang ini sangat bisa melihat mana yang bohong, mana yang cuman ikut-ikutan, mana yang cuman gimmick marketing dan mana yang memang dari hati,” ujarnya lagi.
Selain itu, dalam melakukan kampanye sosial, seperti yang diingatkan oleh Tuhu untuk mengedepankan transparansi. Karena karakteristik generasi saat ini adalah menginginkan hal yang jelas, kalau tidak mereka tak akan tergerak untuk terlibat dalam sebuah kampanye sosial.
Penting untuk diingat, bahwa melakukan kampanye sosial jangan sampai mengolok-ngolok kesusahan orang lain.
“Semua orang itu butuh brand yang bisa memberikan harapan. Dimana brand kita bisa memberikan rasa fun dan juga solutif. Karena tidak mungkin bisnis tersebut terasa menyenangkan tapi mengolok-ngolok orang yang lagi susah,” paparnya.
Untuk diketahui, Berbisnis Sambil Berbagi* adalah virtual talk kolaborasi ketiga antara #SheMeansBusiness Facebook dan Wanita Wirausaha Femina. Sebelumnya, virtual talk mengangkat tema Peluang Bisnis Setelah COVID-19* yang membahas tentang melihat peluang bisnis dalam memasuki fase new normal. (*Semua tayangan live talkshow bisa diakses di galeri video Facebook Pages Wanita Wirausaha Femina).
Sejak tahun 2019, Wanita Wirausaha Femina telah bekerjasama dengan #SheMeansBusiness Facebook menggelar workshop untuk UMKM wanita di kota-kota di Indonesia. Tahun ini, mengikuti kondisi masyarakat, workshop offline tersebut berpindah platform, dilaksanakan di ruang digital lewat Facebook Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina. Dan sejak bulan Maret 2020, Facebook telah melakukan online training yang menjangkau hingga 26.696 pemirsa.
Diharapkan melalui berbagai talkshow virtual yang diadakan dengan menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif ini, dapat memberikan pengetahuan, jaringan, keterampilan serta teknologi yang dibutuhkan para wanita wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.
Dan Anda pun bisa mendapatkan keistimewaan untuk bergabung di Facebook Group Wanwir Mahir Digital, dimana menjadi wadah bagi wanita wirausaha untuk berjejaring dan mendapatkan ilmu-ilmu digital marketing baru guna mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Ayo segera gabung di FB Group Wanwir Mahir Digital, caranya:
1. Klik link https : //www.facebook.com/groups/wanwirmahirdigital/
2. Klik permintaan JOIN GROUP
3. Lalu ISI DATA USAHA yang diminta (wajib diisi)
4. Klik Setuju (Agree) rules admin
5. Tunggu approval dari Admin Femina
BACA JUGA :
Pola Konsumsi Masyarakat Berubah Pasca Pandemi COVID-19, Ini yang Perlu Diperhatikan UMKM
Maksimalkan Penjualan Online Selama Masa COVID19 untuk Lancarkan Bisnis
Cara 3 Wanita Wirausaha Muda Sukses Jeli Membaca Peluang Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19
Topic
#wanwir, #corona, #newnormal, #wanwir, #facebook, #mahirdigital, #shemeansbusiness, #bisnissosial


