
Dinamakan demikian karena proses pengawetan yang menggunakan metode UHT (ultra high temperature), yakni susu dipanaskan hingga suhu 135o-150o C dan segera didinginkan hingga suhu 4o – 5o C.
Proses UHT menghancurkan seluruh kuman atau mikroorganisme, termasuk bakteri patogen. Memiliki kandungan dan fungsi, warna, rasa dan tampilan yang sama dengan susu segar. Namun, umur penyimpanannya lebih lama. Praktis karena tidak membutuhkan lemari es untuk menyimpannya.

Susu yang melewati proses pasteurisasi untuk membunuh mikroorganisme yang membahayakan bagi kesehatan. Susu pasteurisasi lebih tahan lama daripada susu segar, tapi tidak seawet susu UHT, karena hanya sebagian jasad renik pembusuk turut tereliminasi.
Karena bukan termasuk susu yang awet, susu ini masih memerlukan suhu rendah (maksimum 10o C) untuk menyimpannya.
Topic
#TipMasak




