Saat kita bikin skripsi, pastinya butuh dosen pembimbing yang sabar, enak diajak diskusi, dan bisa memberi saran berguna. Sayang nggak semua mahasiswa dapat dosen dengan kriteria tadi. Tapi kita nggak bisa berbuat banyak. Selain ganti pembimbing, pilihan tersisa (mau nggak mau) harus bertahan dengan sang dosen. Yuk, taklukkan dosen sesuai dengan tipenya:
Tipe nggak konsisten
Seminggu lalu bilang A, sekarang bilang B, besok beda lagi. Tapi, jangan nekat mengonfrontasi ucapannya, bisa-bisa sang dosen malah defensif dan kita makin pusing. Mendingan yakinkan dosen dengan teori-teori yang telah kita temukan. Siapa tahu, setelah mendengar argumen kita, dosen (lagi-lagi) berubah pikiran.
Tipe terlalu menyetir
Jika mau keukeuh dengan argumen kita, siapkan banyak teori pendukung, sehingga dosen susah menolak dan membantah. Tanpa backup kuat, wajar aja jika dosen terlalu mengarahkan.
Tipe menganggap remeh
Berhubung jam terbangnya lebih tinggi, wajar jika dosen merasa lebih tahu segalanya.
Sebelum menghadapnya, rajin-rajin, deh, baca jurnal penelitian terbaru sebagai penyeimbang ilmunya. Kalau kita terlihat nggak kalah berbobot, masa, sih, masih disepelekan.
Tipe 'Seleb'
Mencari dosen tipe ini ibarat wartawan infotainment nguber-nguber seleb alias susah banget ditemui. Solusinya, cari tahu jadwal harian dosen. Kalau kita melihat ada waktu luang, SMS dulu malam sebelumnya untuk minta jadwal bimbingan, bukan langsung mencegatnya di koridor kampus.
Tipe Moody
Menghadapinya, kita harus jago baca sikon. Sebelum menuju meja atau ruangannya, perhatikan mood dosen. Kalau terlihat happy, kita boleh langsung tanya-tanya, tuh! Tapi kalau auranya sudah nggak enak, mendingan mundur aja dulu.
Tipe pelit tandatangan
Tunjukkan kemajuan signifikan tiap bimbingan. Kalau cuma nambah satu teori, dosen pasti keberatan membubuhkan tanda tangannya, kan. CC


