Hepatitis, penyakit yang mengintai kita....
Bermula dari…
Gejala penyakit hepatitis A hingga G nyarisserupa. Sang penderita biasanya merasa mual, tidak nafsu makan, lemas, demamdan muntah-muntah. Selain itu, staminanya juga menurun diiringi kebutuhan tiduryang meningkat. Jika masih dalam tahap akut, sang penderita hepatitis,khususnya A, akan terkena penyakit kuning.
Khusus penderita hepatitis C, butuh waktulama untuk merasakan gejala-gejala ini. Virus bisa bertahan di tubuh selama bertahun-tahuntanpa penderita mengalami gangguan kesehatan kronis.
Seseorang yang merasakan gejala hepatitisakan diminta dokter untuk melakukan serangkaian tes laboratorium. Tujuannya,sih, untuk mencari tahu penyebab hepatitis dan mengecek fungsi organ hati.
Selanjutnya, dokter akan memberikan terapimedis pada sang penderita. Misalnya, nih, terapi suportif yang menjaga tubuhsupaya tetap berfungsi dengan baik. Terapi simtomatis untuk meringankan gejala penyakit. Selain itu, ada juga terapikausatif untuk menghilangkan penyebab penyakit, biasanya berupa antivirus.
Penderita wajibberistirahat total di rumah jika hepatitis yang dideritanya masih bersifatakut, kecuali jika penderita ogah makan dan sering muntah.
”Kunci untuksembuh dari peradangan hati adalah bed rest. Penderita hepatitis yang virusnya sudah tinggi alias bersifat kronis akandiberikan obat antivirus dalam dosis tepat. Dia juga akan memperoleh suplemen,vitamin dan obat sesuai keluhannya,” jelas Ari lagi.
Satu hal yangnggak kalah penting adalah pola makan sehat. Penderita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berkalori dan berprotein. Makanan dan minuman yangmengandung alkohol? A big no!
Gimana jika kondisi nggak juga pulih setelah menjalani sekian banyak pengobatan? MenurutAri, proses pengobatan hepatitis kronis memang cukup lama, minimal enam bulan.Kalau kondisi terus memburuk sehingga membuatnya mengalami sirosis danpendarahan, pasien pun terpaksa transplantasi hati.
Wah, lebih baik dicegah, deh! CC


