Atasan dari 100% katun dan bawahan dari satin blend. Foto: Dok. Kuh
Warisan budaya Indonesia tak ada habisnya untuk digali, termasuk menjadi inspirasi beragam womenswear.
Jenama fashion Indonesia baru, LUH, yang dirilis awal Juli lalu mengambil inspirasi dari beragam warisan budaya Nusantara.
Bertajuk Re:Bloom, koleksi perdana ini merayakan indahnya kembali ke akar budaya dalam menghasilkan tampilan baru.
Siluet modern yang terinspirasi busana tradisional Indonesia. Foto: Dok. Luh
Dirancang mengikuti ritme kehidupan urban, Luh membawa karakter budaya ke dalam keseharian berpakaian dalam busana yang relevan untuk masa kini.
“Siluet busana tradisional Indonesia, seperti kebaya janggan dan kebaya kutu baru, kami tampilkan dalam tekstil modern,” jelas Kanya Pradipta, Creative Director Luh.
Re:Bloom menampilkan deretan busana yang versatile dalam konstruksi fluid, membentuk siluet tegas sekaligus feminin dilengkapi detail lembut untuk menerjemahkan kriya Indonesia ke dalam busana modern.
Re:Bloom hadir dalam palet warna timeless. Foto: Dok. Luh
Koleksi debut ini terdiri atas 10 atasan dan 3 bawahan berbahan satin blend dan 100% katun. Bawahannya—rok aksen lipit, celana palazzo dan celana balon—merayakan kenyamanan serta siluet leluasa.
Setiap rancangan satin disempurnakan bros bersulam tangan serta embellishment sebagai elemen khas Luh—dan bisa jadi aksesori untuk padu padan kita lainnya. Sementara palet warnanya mudah dipadupadankan.
Koleksi yang pas untuk padu padan gaya kasual hingga semiformal. Foto: Dok. Luh
Luh merupakan sister label dari Senses yang dikembangkan sebagai entitas tersendiri, namun lahir dari perspektif pendirian woman-to-woman dan apresiasi yang sama terhadap tradisi kreatif Indonesia.
Luh tersedia di marketplace dan toko online resmi, shop-luh.com. (f)
Baca juga:
Rayakan Versi Diri yang Baru Lewat Metanoia Collection dari Benang Jarum
Reinterpretasi Kemeja Cha dalam Koleksi Summer Capsule MASSHIRO&Co.
ZARA Plaza Indonesia Buka Kembali, Tampilkan Konsep Global Terkini dan Pengalaman Baru Berbelanja
Zornia Harisantoso


