
Salah satu karya terbaik dari sutradara andal Hanung Bramantyo ini mengangkat sepenggal perjalanan hidup Kartini (Dian Sastrowardoyo). Kartini menjadi wanita yang pada zamannya mengalami tekanan dan keterbatasan untuk mendapatkan akses pendidikan dan ruang berkarya. Posisi wanita saat itu berada di bawah pria dan banyak haknya yang terenggut.
Namun, Kartini termasuk wanita pintar dan pemberontak, yang tak menerima begitu saja keadaan ini. Ia wanita yang berpikiran maju. Ia berani melawan tradisi dan bahkan menentang keluarganya demi menggapai impiannya untuk bisa bersekolah tinggi.
Melihat penderitaan dan perjuangan Kartini, khususnya untuk mendobrak kesewenangan pelanggaran kesetaraan hak di film ini, sunggguh membersitkan rasa haru yang mendalam.
Kartini pada akhirnya mampu mendirikan sekolah gratis untuk kaum miskin di Jepara, atas dukungan suaminya. Tak berlebihan jika mengingat jasanya, terutama untuk kebebasan kaum wanita menempuh pendidikan tinggi dan berkarya, kita akan menitikkan air mata. (f)
Topic
#film, #resensifilm




