Reviews
By Any Means: Kisah Nyata Agen FBI dan Pembunuh Bayaran Ungkap Misteri Pembunuhan

31 Aug 2026

Agen FBI kulit hitam di era 60-an dan pembunuh bayaran = kombinasi maut. Foto: Paramount Pictures


Mississippi di era 1960-an adalah sepenggal sejarah kelam di Amerika Serikat yang merekam begitu banyak aksi rasialisme dengan banyak korban yang dilakukan oleh Ku Klux Klan atau KKK, organisasi rahasia ekstremis dan kelompok teroris di AS yang menganut paham supremasi kulit putih.

By Any Means yang bergenre thriller kriminal historis ini mengangkat peristiwa nyata di era tersebut dan aksi KKK, sekaligus menggali salah satu sisi paling kelam dalam sejarah investigasi di AS.

Film arahan sutradara Elegance Bratton ini (karyanya antara lain Pier Kids dan The Inspection) menampilkan sosok nyata yang sangat terkenal, Gregory Scarpa Sr., yang mendapat julukan “The Mad Grim Reaper.”" Scarpa adalah seorang pembunuh bayaran dari keluarga mafia Colombo di New York. 

Kisah bermula saat Wayne Strider (Yahya Abdul-Mateen II), agen khusus FBI, ditugaskan untuk mengungkap pelaku dari serangkaian pembunuhan brutal yang menargetkan para aktivis kulit hitam. 

Penyelidikan terbakarnya rumah tokoh hak sipil kulit hitam Vernon Dahmer (Giancarlo Esposito) yang menyebabkan Vernon terbunuh menemui jalan buntu. Demi menuntaskan kasus ini, Gregory Scarpa Sr. pun jadi informan untuk FBI.
 
Dua kubu berbeda yang bekerja sama berlatar belakang isu rasialisme yang sedang panas-panasnya. Foto: Paramount Pictures

Selama penyelidikan, sebagai agen FBI Strider sangat terikat oleh prosedur, sementara Scarpa bertindak tanpa aturan, penuh kekerasan, dan sesuai bayaran. Gesekan metode operasional ini membuat plot investigasinya terus memanas.

Kerja sama keduanya menjadi kolaborasi yang sangat berbahaya, namun penyelidikan mereka justru menemui titik terang.

Meski penuh ketegangan, film ini menyelipkan candaan gelap oleh Scarpa, yang kerap menyindir keluguan Agen Strider, atau terkait isu rasialisme. Sebagai versi dramatisasi, By Any Means menyajikan cerita yang dianggap mendekati kisah sebenarnya.

Mark Wahlberg bermain apik memerankan Scarpa, termasuk melakukan prosedur kosmetik temporer untuk hidung dan dagu agar makin mirip sosok asli Scarpa. Kekejaman Scarpa memang jadi legenda, walau pembunuh bayaran ini meninggal karena komplikasi AIDS gara-gara transfusi darah. 

Kalau kamu penasaran bagaimana ‘monster’ melawan ‘monster’ lain, By Any Means dengan rating 17+ tayang di bioskop Tanah Air mulai 2 September 2026.  (f)

Baca juga: 
Kung Fu Soccer: Dilraba Dilmurat Jadi Jagoan di Lapangan Hijau
Motor City: Balas Dendam tanpa Banyak Bicara
The End of Oak Street: Mendadak Terjebak di Dunia Dinosaurus

 

Bennita Luisa


Topic

#feminaindonesia, #reviews

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?