Pemenang III Wajah Femina 2025, Ayesha Felice Nayyara Zain. Busana: Eridani Foto: Grego Gery (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)
Di bawah sorot lampu Teater Wahyu Sihombing-Taman Ismail Marzuki, Jakarta senyum tenang Ayesha Felice Nayyara Zain memancarkan keyakinan yang lahir dari perjalanan panjang.
Bagi Pemenang III Wajah Femina 2025 ini, malam final adalah momen ketika kerja keras, ketulusan, dan rasa ingin tahu yang ia rawat sejak kecil berpadu menjadi satu.
Dari membaca buku berbahasa Inggris yang dulu tak ia pahami hingga berdiri anggun di panggung bergengsi, Ayesha membuktikan bahwa berdaya berarti berani tumbuh—tanpa kehilangan diri sendiri. “Aku paling senang dikenal sebagai Ayesha yang impact-driven,” katanya mantap.
Berawal dari rasa ingin tahu
Perjalanan Ayesha menuju panggung Malam Final Wajah Femina 2025 membawanya kepada semua pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan, yang lahir dari memiliki benang merah: Keinginan untuk belajar tanpa batas.Ayesha tumbuh di lingkungan yang tidak menuntut, namun penuh ruang untuk berksplorasi. “Mama enggak pernah menyuruh apa-apa. Malah bilang, kamu jangan kebanyakan belajar, nanti capek,” kenangnya sambil tertawa.
Penampilan penuh energi Ayesha di Malam Final Wajah Femina 2025; dalam kebaya Roemah Kebaya Vielga, busana Suedeson dan Jan Sober. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah
Sang bunda yang merupakan seorang pramugari sering membawakan Ayesha buku-buku bergambar dari luar negeri.
“Aku enggak sepenuhnya mengerti isinya, tapi awalnya tertarik karena cover-nya cantik. Dari situ muncul rasa penasaran,” cerita Ayesha.
“Curiosity-ku pure banget waktu itu, karena enggak ada yang menyuruh. Aku explored semuanya sendiri,” ujar Ayesha, penerima The Diana Award 2022 karena memelopori organisasi Gores Denai (organisasi nirlaba yang membantu anak muda Indonesia mendapat eksposur internasional).
Rasa ingin tahu yang sederhana itu akhirnya mengantarkannya mencintai debat, membaca, dan berpikir kritis, hingga tak berhenti berprestasi, bahkan setelah lulus kuliah.
Ayesha menjadi Founder The Deal Girls (TDG), platform pemberdayaan perempuan di ekosistem startup dan VC Asia Tenggara, Top 10 Graduate Young Leaders for Indonesia (YLI) Wave 15 McKinsey & Company, Honours Student di program gabungan Universitas Erasmus, TU Delft, dan Universitas Leiden, dan pernah menerima Talented Student Entrepreneur Program (TSEP) dari Erasmus Centre for Entrepreneurship.
Kini ia bekerja sebagai investment analyst atau analis investasi di Belanda, serta mengantongi CFI Financial Modeling & Valuation Analyst (FMVA) Certification.
Empat hari masa karantina menjadi fase refleksi berharga bagi Ayesha. Di antara jadwal padat dan beragam karakter finalis, Ayesha belajar mengenali dirinya lebih dalam.
Ia bercerita bahwa interaksi dengan finalis lain, termasuk dengan sahabatnya, Nawa (Nawasi Laisha Ramadhania, Pemenang I Wajah Femina 2025), membuatnya menyadari bahwa kepribadian yang berbeda bisa saling menguatkan.
Selain itu, menurut Ayesha, Karantina Wajah Femina 2025 melatih kedisiplinan. “Kakak-kakak chaperone (pendamping) selalu mengingatkan jam kumpul, jam latihan, dan seterusnya. Disiplinnya itu tinggi banget. Tapi justru dari situ aku belajar menghargai waktu dan tim.”
Momen tepat sasaran di malam final
Malam itu, lampu sorot Teater Wahyu Sihombing memantulkan keanggunan dan ketenangan Ayesha. Di balik panggung, ia telah bekerja sangat keras menyiapkan diri bukan hanya dari segi mental, tapi juga fisik.“Aku tahu tubuhku harus fit karena baru terbang jauh dari Belanda. Jadi aku ke dokter minta vitamin. Kadang orang terlalu fokus ke isi kepala, tapi lupa tubuh juga butuh tenaga,” kata perempuan berusia hampir 22 tahun ini, jujur.
Mengenali diri sendiri untuk terus berprestasi dan memberdayakan sesama. Foto: Dok. Femina/Nidia Okta Zuhayr
Menjelang penjurian, Ayesha menuliskan beberapa kemungkinan pertanyaan di depan cermin. “Aku tulis pakai pensil alis, biar nyangkut di kepala,” ujarnya sambil tertawa kecil. Saat sesi tanya-jawab, satu pertanyaan benar-benar “tepat sasaran.”
“Pertanyaannya, tuh, aku banget. Aku jadi bisa menunjukkan siapa Ayesha sebenarnya. Aku suka banget momen itu,” kenang perempuan Sagitarius ini.
Ketenangan dan sikap autentik itulah yang akhirnya membuat namanya dipanggil sebagai Pemenang III Wajah Femina 2025; momen yang tak hanya mengukuhkan pencapaian, tapi juga perjalanan personal menuju kedewasaan dan keberdayaan.
Dari tiga nilai besar Wajah Femina 2025, Ayesha paling tergerak oleh kata berdaya. “Aku punya organisasi dan komunitas yang fokus pada pemberdayaan perempuan di bidang yang masih didominasi laki-laki.”
Sebagai seorang investment analyst di Belanda, Ayesha tahu betul bagaimana rasanya bekerja di dunia yang masih sering menempatkan perempuan di posisi minoritas. “Aku ingin jadi bukti bahwa perempuan bisa berdiri dan bersinar di bidang apa pun. Itu bentuk berdaya yang sesungguhnya.”
Bagi Ayesha, berdaya bukan hanya tentang kesuksesan pribadi, tapi tentang menciptakan dampak. “Empowering others itu tujuan akhirnya. Aku ingin perempuan tahu, mereka punya ruang, dan suara mereka berharga.”
Setiap langkah Ayesha mencerminkan satu hal: Kekuatan sejati perempuan sering kali lahir dari ketulusan dan keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Terima kasih untuk kolaborasi sampul digital ini:
Fotografer: Grego Gery
Stylist: Dery Fitriawan
Busana foto utama: Eridani
Busana foto thumbnail: Wilsen Willim Eridani
Aksesori: Riana Meilia Lombok NTB Pearls
Lokasi: Skala Studio Jakarta
Desain grafis: Papermint Studio, Yosef Sulistiantoro
Official hair styling tools: ghd indonesia
Official makeup: Sariayu Martha Tilaar
Official hairdo: Irwan Team Hair Design
Produser: Zornia Harisantoso, Tria Nuragustina, Martha Simanjuntak
Asisten produser & logistik: Bennita Luisa, Ratnasanti Sulistyorini
Wajah Femina 2025 didukung Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang berbagi visi untuk menginspirasi dan mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui kolaborasi dan karya nyata. (f)
Baca juga:
Positive Vibes Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawasi Laisha Ramadhania
Pemenang II Wajah Femina 2025, Alfath Alima Hakim, Ingin Suarakan Keberlanjutan dan Keberdayaan
Pesan Penting Para Juri Spesial Wajah Femina 2025
Laili Damayanti
Topic
#WajahFemina2025, #AyeshaFelice, #BerdayaBergayaBerbudaya


