Pesan penting apa yang ingin disampaikan para juri spesial Wajah Femina 2025? Foto: Dok. Femina/Nidia Okta ZuhayrPada Malam Final Wajah Femina 2025 yang digelar di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 2 Oktober lalu, para finalis tampil memukau dalam momen penuh makna.
Mereka terlihat siap dinilai para juri, begitu pula ketika terpilih sebagai Top 10 dan harus menjawab pertanyaan dari para juri.
Dewan Juri Wajah Femina 2025, kiri ke kanan: Ratih Ibrahim, Zornia Harisantoso, Rubinni Kartohadiprodjo, Whulandary Herman, Indayati Oetomo. Foto: Dok. Femina/Ifan Ario Mereka adalah Indayati Oetomo, Ratih Ibrahim, dan Whulandary Herman, sosok perempuan inspiratif yang mewakili tiga dimensi utama tema tahun ini: Berdaya, bergaya, dan berbudaya.
Indayati Oetomo menjadi juri sekaligus memberikan pembekalan di Karantina Wajah Femina 2025. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah
Sebagai International Director John Robert Powers Indonesia, Indayati Oetomo memandang ajang Wajah Femina sebagai wadah aktualisasi yang unik di antara kompetisi kecantikan lainnya.
“Saya sangat impressed dengan behavior dan skills serta keterampilan berkomunikasi para finalis Wajah Femina 2025. Menurut saya, Femina memang punya diferensiasi dalam kualifikasi mengadakan beauty pageant ini,” ujarnya.
Indayati juga menegaskan pentingnya para perempuan mempertahankan idealisme seperti ajang ini. Sebagai ruang pembentukan perempuan berdaya dan berkarakter, Wajah Femina menurut Indayati bukan sekadar kontes komersial. “Pertahankan idealisme itu. Jangan hanya mengejar komersialisasi demi peningkatan wanita Indonesia.”
Lebih jauh, Indayati berharap para alumni juga Wajah Femina terpilih akan terus berkomitmen dalam berkembang, tidak berhenti belajar, dan terus berkarya bagi bangsa.
“Hendaknya bukan hanya bersemangat memperjuangkan gelar, namun juga berkomitmen kepada diri sendiri dan bangsa untuk tidak pernah berhenti meningkatkan kemandirian serta terus berkarya untuk Indonesia. Learn with never ending,” pesan Indayati.
Ratih Ibrahim, psikolog klinis dan CEO Personal Growth, membagikan pandangannya tentang perempuan berdaya dan autentik dalam proses penjurian Wajah Femina 2025. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah
Bagi Ratih Ibrahim, psikolog klinis dan CEO Personal Growth, Wajah Femina 2025 adalah cermin dari perubahan paradigma perempuan masa kini. Ratih menyebut, 20 Finalis tahun ini berhasil menampilkan beragam wajah dan nilai perempuan Indonesia yang kuat, autentik, dan berkarakter.
“Saya benar-benar terkesan, senang, dan bangga. Mereka menampilkan beragam bentuk kecantikan perempuan Indonesia—dari latar belakang, karakter, hingga cara mengekspresikan diri. Tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga cerdas, peduli, dan berani menyuarakan nilai-nilai yang mereka perjuangkan,” ungkap Ratih.
Menurutnya, Wajah Femina 2025 memiliki pendekatan yang lebih holistik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak lagi sekadar menilai dari aspek modeling, ajang kompetisi ini juga menilai dari kedalaman pemikiran dan kemampuan menyampaikan ide dengan autentik.
“Sekarang bukan hanya soal tampil di panggung. Kami menilai kepribadian dan kedalaman pemikiran. Ini pengalaman yang memperkaya, karena saya melihat bagaimana perempuan muda Indonesia semakin percaya diri menunjukkan inner beauty mereka di ruang publik,” katanya.
Ratih berharap para pemenang dan finalis mampu menjadi representasi baru perempuan Indonesia yang berdaya dan berempati. “Saya berharap mereka menjadi wajah baru perempuan Indonesia. Bukan hanya dalam tampilan, tapi dalam semangat dan nilai yang mereka bawa. Kecantikan sejati lahir dari keaslian diri, empati, dan tekad untuk memberi dampak positif bagi sekitarnya.”
Whulandary Herman, Pemenang II Wajah Femina 2008 sekaligus supermodel dan Master of Law, hadir sebagai juri spesial Wajah Femina 2025. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah
Bagi Whulandary Herman, Pemenang II Wajah Femina 2008, yang juga Puteri Indonesia 2013 dan perwakilan Indonesia di Miss Universe 2013 (meraih peringkat ke-11), Wajah Femina mempunyai tempat tersendiri dalam kehidupan Whulan.
Lewat Wajah Femina, tak hanya ia melejit sebagai model, tapi Whulan juga jadi sosok panutan di dunia modeling serta bagi mereka yang mengikuti beauty pageant. “Uni” jadi sapaan akrab Whulan dari pageant lovers.
Ia kini menetap di Kuala Lumpur bersama keluarga, namun tetap aktif mengajar modeling di ArtikaWhulandary Beauty Camp yang didirikannya bersama Artika Sari Devi. Ia juga masih sering jadi model di Indonesia dan Malaysia, bahkan melanjutkan studi hingga meraih gelar Master of Law.
Menurut Whulan, para finalis Wajah Femina 2025 memang sesuai karakter Gen Z, beda saat ia mengikuti ajang ini. “Mereka memiliki level kepercayaan diri yang berbeda, dan mampu menunjukkan kelebihan masing-masing,” kata Whulan.
Whulan juga ingin agar para pemenang dan finalis tak cepat berpuas diri, serta terus mengembangkan kemampuan. “Menghargai tradisi dan sopan santun juga penting untuk terus diterapkan agar Wajah Femina bisa jadi role model,” ujarnya.
Terus bertumbuh
Dari pesan tiga juri spesial Wajah Femina 2025, terlihat jelas bahwa ajang Wajah Femina bukan sekadar panggung kecantikan, melainkan ruang transformasi bagi perempuan Indonesia untuk menunjukkan integritas, kecerdasan, dan kontribusi nyata, sesuai nilai dasar Femina: Perempuan yang berdaya, bergaya, dan berbudaya.
Lewat keteguhan idealisme Indayati Oetomo, kedalaman refleksi Ratih Ibrahim, serta inspirasi dari Whulandary Herman, Wajah Femina 2025 menegaskan kembali makna kecantikan sejati yang tidak berhenti pada permukaan seorang perempuan namun juga dari pikiran, empati, dan aksi nyata yang dimilikinya.
Ikuti perjalanan para finalis dan temukan kisah inspiratif mereka selengkapnya di femina.co.id. (f)
Baca juga:
Positive Vibes Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawasi Laisha Ramadhania
Pemenang II Wajah Femina 2025, Alfath Alima Hakim, Ingin Suarakan Keberlanjutan dan Keberdayaan
Malam Puncak Wajah Femina 2025 Hadirkan Perempuan Indonesia yang Berdaya, Bergaya, Berbudaya
Laili Damayanti
Topic
#WajahFemina2025 , #PerempuanInspiratif, #BerdayaBergayaBerbudaya


