Profile
Pemenang II Wajah Femina 2025, Alfath Alima Hakim, Ingin Suarakan Keberlanjutan dan Keberdayaan

27 Oct 2025

Pemenang II Wajah Femina 2025, Alfath Alima Hakim. Busana: Wilsen Willim Foto: Grego Gery (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)
 

Menjadikan Wajah Femina 2025 ruang untuk berbicara tentang keberlanjutan dan pemberdayaan adalah salah satu alasan Alfath Alima Hakim yang akrab disapa Alfa ini jadi peserta, dan berhasil meraih gelar Pemenang II Wajah Femina 2025.

Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Indonesia ini telah lama menaruh perhatian pada isu keberlanjutan. Ia aktif dalam dua projek besar, Sustainable Island Academy dan Indonesia Energy Innovation Challenge.

“Keduanya projek yang saya jalankan dengan hati, karena dampaknya nyata. Melalui Sustainable Island Academy, saya melihat perubahan langsung di siswa SMA dan mahasiswa yang ikut serta. Ada semangat mereka untuk ikut bergerak,” ungkap Alfa, yang menjadikan sustainability bukan sekadar konsep ilmiah, tetapi juga cara hidup. 

Menikmati setiap momen

Lahir dan besar di Bogor, Alfa bukan sosok baru di dunia representasi daerah. Ia menyandang gelar Mojang Jajaka Pinilih Jawa Barat 2024. Pengalaman yang mempertemukannya dengan banyak orang dan memperkaya pandangannya tentang kepemimpinan serta budaya lokal ini membekalinya dengan kepercayaan diri.

Penampilan penuh percaya diri Alfa di Malam Final Wajah Femina 2025; dalam kebaya Roemah Kebaya Vielga, busana Suedeson dan Jan Sober. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah

“Pengalaman mengikuti Mojang Jajaka membuat saya lebih siap menghadapi Karantina Wajah Femina. Sudah ada gambaran seperti apa prosesnya, jadi saya bisa lebih menikmati setiap momen,” ungkap perempuan yang juga termasuk 10 mahasiswi berprestasi utama di Fakultas Teknik Universitas Indonesia 2025 itu.

Namun ia mengaku bahwa pengalaman tiga hari karantina bersama Femina tetap meninggalkan kesan mendalam. “Setiap kelas berpengaruh pada banyak hal. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, menampilkan diri. Kami belajar dari narasumber yang luar biasa dan saling bertumbuh dengan finalis lain,” katanya.

Malam Final Wajah Femina 2025 menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Alfa. Di balik gaun gemerlap dan senyum menawan, para finalis menghadapi suhu dingin dan perubahan mendadak di panggung.

“Kami semua kedinginan, tapi justru di situ terasa sisterhood-nya. Kami saling menguatkan, saling mendukung. Bahkan ketika musik berubah di menit terakhir, kami berimprovisasi bersama,” cerita perempuan Scorpio ini.

Bagi Alfa, pengalaman itu bukan tentang kompetisi, melainkan kolaborasi antar perempuan muda yang saling mendorong untuk tampil terbaik. “Itu yang paling berharga. Bukan hanya hasil akhirnya, tapi kebersamaan selama prosesnya.”

Perubahan besar dari langkah kecil

Saat ditanya apa yang membentuk prinsip hidupnya, Alfa terdiam sejenak sebelum menjawab dengan jujur, “Saya ingin menjadi orang yang dulu saya butuhkan ketika kecil.”

Ia mengingat masa kecilnya sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu, tapi sering kali ragu dan tak punya figur panutan. “Sekarang saya ingin jadi kakak, yang membimbing, mendengarkan, dan membantu anak-anak muda menemukan arah.”
 

Alfa ingin jadi sosok kakak dan teman yang menginspirasi. Foto: Dok. Femina/Nidia Okta Zuhayr


Nilai ini ia tanamkan di setiap langkah advokasinya. Dari kegiatan kampus hingga program lingkungan, Alfa memposisikan diri bukan hanya sebagai pembicara, tapi juga teman dan mentor bagi generasi muda.

Ia juga menganggap pesan kampanye Wajah Femina 2025, yaitu Berbudaya, Berdaya, dan Bergaya tak hanya sebuah slogan.

“Kalau kita menjunjung budaya dan nilai-nilai yang kuat, maka kita akan lebih mudah berdaya. Dan ketika sudah berdaya, kita bisa memberdayakan orang lain,” ujar perempuan hampir 22 tahun ini mantap.

Alfa menganggap gaya bukan hanya tampilan luar, tapi juga cerminan karakter dan jati diri. “Bergaya itu punya keunikan dan ciri khas sendiri. Itulah esensi perempuan muda masa kini.”

Kini, setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Femina, Alfa ia ingin terus mengembangkan advokasinya di bidang lingkungan dan pendidikan, sembari menginspirasi perempuan muda untuk berani tampil dan berbicara.

“Saya percaya, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting, kita konsisten melangkah,” kata Alfa.

Ia pun tidak ingin berubah karena kemenangan ini. “Saya ingin orang-orang mengenal saya seperti sosok yang sama seperti sebelumnya, hanya saja kini saya punya platform lebih besar untuk menyuarakan hal-hal baik,” ujar Alfa dengan senyum hangat. 

Terima kasih untuk kolaborasi sampul digital ini:
Fotografer: Grego Gery
Stylist: Dery Fitriawan
Busana foto utama: Wilsen Willim
Busana foto thumbnail: Wilsen Willim, Eridani
Aksesori: Riana Meilia Lombok NTB Pearls
Lokasi: Skala Studio Jakarta
Desain grafis: Papermint Studio
, Yosef Sulistiantoro

Official hair styling tools: ghd indonesia
Official makeup: Sariayu Martha Tilaar
Official hairdo: Irwan Team Hair Design


Produser: Zornia Harisantoso, Tria Nuragustina, Martha Simanjuntak
Asisten produser & logistik: Bennita Luisa, Ratnasanti Sulistyorini 


Wajah Femina 2025 didukung Indonesia Kayaghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang berbagi visi untuk menginspirasi dan mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui kolaborasi dan karya nyata. (f)

Laili Damayanti


Topic

#WajahFemina2025 , #PerempuanBerdaya, #SustainabilityJourney, #BerdayaBergayaBerbudaya

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?