Pemenang Favorit Wajah Femina 2025, Ichsanya Annisa Masagantha. Busana: Suedeson by Kimberly Tandra Foto: Grego Gery (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)
Di usia 19 tahun, Ichsanya Annisa Masagantha sudah menunjukkan kepada dunia bahwa kepercayaan diri bisa menjadi kekuatan besar bagi perempuan muda.
Pemenang Favorit Wajah Femina 2025 ini dikenal sebagai sosok yang ceria, ambisius, dan penuh empati. Tak hanya menjadi aktris dan dubber, Icha–begitu ia akrab disapa–juga memiliki semangat tinggi untuk menginspirasi.
Percaya diri dan total di setiap langkah
Perempuan kelahiran Bandung ini menganggap kemenangannya sebuah pencapaian yang diharapkan menjadi jalan mulus perjalanan karier Icha selanjutnya.“Aku mau dikenal sebagai role model yang baik untuk orang-orang, terutama untuk perempuan,” ujar Icha lembut namun tegas. “Aku ingin orang melihat aku percaya diri, dan dari situ mereka juga bisa merasa terinspirasi untuk berkembang dengan ciri khas mereka sendiri.”
Baginya, menjadi inspirasi bukan soal diikuti, tetapi soal menumbuhkan kepercayaan diri orang lain agar berani menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Penampilan ceria dan energik Icha di Malam Final Wajah Femina 2025; dalam busana Adrie Basuki, kebaya Roemah Kebaya Vielga, busana Suedeson by Kimberly Tandra. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah
Sejak awal, Icha sudah punya prinsip yang kuat dalam mengejar mimpi. Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa bakat tanpa dedikasi tidak akan membawa hasil.
“Kalau ingin jadi aktris, ya harus benar-benar fokus. Aku harus mengembangkan semua skill-ku, belajar lebih rajin, dan enggak boleh setengah-setengah,” ujar mahasiswa Sastra Prancis Universitas Indonesia ini.
Nasihat itu ia warisi dari sang ibu, yang selalu mengingatkannya untuk “all out” dalam setiap hal yang dikerjakan. “Mama selalu bilang, kalau Icha suka bernyanyi, dance, dan akting, semuanya harus dilakukan sampai selesai. Enggak boleh setengah jalan,” katanya sambil tersenyum.
Dari main sinetron, film, hingga latihan teater, Icha menjelajahi dunia seni peran dengan tekun. “Aku masih ikut kelas teater supaya olah tubuh dan rasa aktingku makin bagus. Di situ aku belajar bagaimana mengekspresikan emosi lewat tubuh, bukan cuma kata-kata.”
Rumah kedua yang penuh pelajaran
Selama Karantina Wajah Femina 2025, Icha merasa berada di lingkungan yang sangat suportif.“Walaupun tidur cuma beberapa jam, aku tetap semangat karena kelas-kelasnya seru banget,” kenangnya, tertawa. “Aku juga senang karena teman-teman di sana kayak kakak-kakakku sendiri. Mereka kasih kasih sayang dan bimbingan. Rasanya benar-benar seperti punya keluarga baru.”
Rasa penasaran dan kekagumannya terhadap sesama peserta justru membuatnya semakin bersemangat, bukan terjebak dalam persaingan. “Aku enggak punya jiwa kompetisi yang berlebihan. Setiap orang punya jalannya sendiri. Aku bahagia lihat mereka sukses. Itu kekayaan buatku,” ujarnya bijak.
Di atas panggung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, saat Malam Final Wajah Femina 2025, Icha tampil menawan dalam beberapa busana indah yang semakin menonjolkan pesonanya. “Yang paling penting sebelum naik panggung adalah percaya diri dan positive thinking,” ungkap perempuan Taurus ini.
Ia punya ritual kecil sebelum manggung: Diam, senyum, lalu berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap usaha yang dilakukannya.
Selalu menunjukkan totalitas di setiap langkah yang diambil. Foto: Dok. Femina/Nidia Okta Zuhayr
Bagi Icha, malam final bukan sekadar kompetisi, tapi momen untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa ia pantas berdiri di panggung besar itu. “Aku merasa sangat percaya diri malam itu. Kostumnya indah, suasananya magis, dan aku tahu, aku sedang berada di tempat yang seharusnya,” ujarnya penuh syukur.
Sebagai perempuan muda yang berdaya, bergaya dan berbudaya, Icha kini ingin berkontribusi lebih luas. “Aku lagi tertarik ikut kegiatan volunteer, terutama di panti asuhan atau panti jompo. Aku senang melihat orang bahagia karena kami datang untuk berbagi.”
Ia juga berencana fokus pada anak-anak perempuan yang kurang berdaya. “Aku ingin semangatin mereka bahwa mereka bisa jadi sesuatu. Sekarang aku tertarik ikut komunitas yang ngajarin anak-anak membaca,” katanya.
Baginya, pengabdian masyarakat adalah bentuk nyata dari “berdaya”–menularkan semangat dan kepercayaan diri yang ia sematkan sejak awal.
Terima kasih untuk kolaborasi sampul digital ini:
Fotografer: Grego Gery
Stylist: Dery Fitriawan
Busana foto utama: Suedeson by Kimberly Tandra
Busana foto thumbnail: Suedeson by Kimberly Tandra, Wilsen Willim
Aksesori: Riana Meilia Lombok NTB Pearls
Lokasi: Skala Studio Jakarta
Desain grafis: Papermint Studio, Yosef Sulistiantoro
Official hair styling tools: ghd indonesia
Official makeup: Sariayu Martha Tilaar
Official hairdo: Irwan Team Hair Design
Produser: Zornia Harisantoso, Tria Nuragustina, Martha Simanjuntak
Asisten produser & logistik: Bennita Luisa, Ratnasanti Sulistyorini
Wajah Femina 2025 didukung Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang berbagi visi untuk menginspirasi dan mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui kolaborasi dan karya nyata. (f)
Baca juga:
Positive Vibes Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawasi Laisha Ramadhania
Pemenang II Wajah Femina 2025, Alfath Alima Hakim, Ingin Suarakan Keberlanjutan dan Keberdayaan
Rasa Ingin Tahu Bawa Ayesha Felice Nayyara Zain Jadi Pemenang III Wajah Femina 2025
Laili Damayanti
Topic
#WajahFemina2025, #PerempuanBerdaya, #InspirasiMuda, #BerdayaBergayaBerbudaya


