
Foto: Shutterstock
POLA PIKIR BERUBAH
Setelah program ‘pelajaran’ memasak berakhir, saatnya saya mengamati perubahan pada murid-murid SMP ini. Hasilnya menarik. Melakukan praktik masak membuat murid mengenal lebih dekat dengan bahan. Selain lebih familiar dengan aroma, bentuk, dan rasa asli dari bermacam bahan makanan, para murid kelas hands on lebih mengenal manfaat nutrisi pada masakan yang diolahnya.
Masalah minyak goreng, misalnya. Saat di kelas hands on, muncul pertanyaan, “Kok, minyak yang dipakai tukang gorengan warnanya hitam?” Jawaban bahwa minyak goreng berwarna hitam itu tandanya sudah dipakai berkali-kali dan sudah tidak baik untuk dikonsumsi, ternyata melekat pada memori anak-anak ini. Lantas, hal ini membuat mereka berpikir sekali lagi saat ingin jajan gorengan yang digoreng menggunakan minyak berwarna hitam.
Memilih membawa bekal dari rumah rupanya menjadi kebiasaan baru yang muncul setelah para murid ini mengikuti kelas memasak, terlebih pada anak-anak yang mengikuti kelas active learning. Selain karena ingin makan makanan yang lebih sehat, membuat makanannya sendiri ternyata menjadi sebuah kesenangan bagi mereka. Saya sungguh-sungguh bahagia!
Bahkan, beberapa anak bercerita bahwa dengan membawa bekal, mereka tak perlu berebut dan mengantre beli makanan di kantin. Bagi anak-anak, ini hal mengasyikkan karena waktu istirahat sekolah bisa digunakan untuk istirahat atau bermain lebih lama, ha.. ha.. ha..!
Dengan membawa bekal, uang saku yang diberikan orang tua mereka akhirnya tak terpakai. Keputusan mereka ternyata bukan dihabiskan untuk membeli jajanan lain, tapi ingin ditabung untuk dibelikan mainan incaran. Saat kebiasaan menabung tumbuh, otomatis anak dapat lebih menghargai uang dan belajar menentukan prioritas.
Topic
#Profil, #HomeCook, #LadyBakeCookingClass, #PutriHabibie


