Profile
Halima Aden, Wanita Berhijab Pertama Dalam Kontes Kecantikan di Amerika Serikat
30 Jun 2018
Kepribadian Halima yang kuat dan menghargai perbedaan tak lepas dari pengalaman masa kecilnya di Kukuma, sebuah tempat penampungan di Kenya, dimana Halima tinggal bersama anak-anak dari berbagai suku. Di sini lah ia belajar tentang menghargai perbedaan dengan mengenal banyak agama dan kepercayaan.
“Saat Natal, meski kami tidak memiliki banyak hadiah, teman ibu saya seorang Ethiopia beragama Kristen akan memasak untuk kami. Di saat lain, ketika saya dan keluarga merayakan Idulfitri, keluarga Muslim akan memasak,” kisahnya.
Berdasarkan ingatannya, ia tak merasa kehidupan selama di penampungan begitu sulit. “Toh saat itu saya tidak tahu arti kemudahan,” katanya bijak. Tumbuh dalam komunitas yang heterogen membawa konsekuensi positif dalam hidupnya. Halima sangat mudah bersahabat dengan siapa saja, tanpa memandang penampilan mereka atau darimana ia berasal.
“Ironisnya, ada saja orang yang menggoda para gadis yang berpakaian lebih terbuka, tapi di sisi lain mereka juga mengolok-olok saya yang memilih berpakaian tertutup,” ia tertawa. “Saya rasa masyarakat memberikan tekanan yang terlalu besar pada bagaimana cara berpenampilan seorang gadis,” tambahnya.
Meski begitu ia tak pernah ambil pusing. Ia cukup yakin kelebihan seseorang akan dinilai lebih dari sekadar penampilan fisiknya. “Mengenakan hijab justru membuat saya terlindungi dari macam-macam komentar yang umumnya diterima para model, seperti ‘kamu terlalu kurus’, ‘pinggul besar’, dan banyak lagi. Saya tidak perlu khawatir tentang hal tersebut,” katanya.
Menjadi diri sendiri, itulah terobosan Halima untuk dunia fashion. Ia pun tak ingin mengubah penampilannya hanya untuk memenuhi keinginan pasar. “Thanks, but no thanks to any job that would require me to change my values,” katanya, yakin. (f)
Baca Juga:
Filosofi Fashion Rani Hatta
Kelembutan Asri ‘Achie’ Yuniar, Di Balik Lengkingan Musik Cadas
Faunda Liswijayanti
Topic
#profil
event
recommended


